9 Juli 2026 Internasional 0 Views

Nasib MoU AS-Iran Pasca Pernyataan Trump: Apakah Kesepakatan Berakhir?

Nasib Memorandum of Understanding (MoU) antara Amerika Serikat (AS) dan Iran kini berada diujung tanduk setelah pernyataan Presiden AS, Donald Trump. “Buat saya itu sudah berakhir,” kata Trump di sela konferensi tingkat tinggi (KTT) NATO di Ankara, Rabu (8/7). Pernyataan itu muncul di tengah serangan Amerika Serikat ke militer Iran di Selat Hormuz. MoU yang ditandatangani pada awal Juni itu mencakup penghentian pertempuran dari seluruh front dan berjanji tak memulai serangan dalam bentuk apapun.

Momen Penentu di Menit Akhir

MoU antara AS dan Iran ditandatangani pada awal Juni, di lokasi yang berbeda tanpa tatap muka. Kesepakatan ini mencakup penghentian pertempuran dari seluruh front dan berjanji tak memulai serangan dalam bentuk apapun. Menurut kesepakatan itu pula, AS-Iran diberi waktu 60 hari untuk bernegosiasi guna mengakhiri perang. Namun, pernyataan Trump kini membuat nasib MoU tersebut tidak pasti.

Perwakilan Iran, melalui Kedutaan Besar mereka di Jepang, menyatakan AS “terus berupaya melemahkan MoU.” Kedutaan menyebut tindakan itu menciderai poin ke-5 dalam MoU yang menyatakan Iran punya kendali atas Selat Hormuz. Washington, lanjut mereka, juga melakukan hal serupa seperti di Lebanon yang melanggar poin pertama MoU.

Apa Artinya Ini bagi AS dan Iran?

Direktur Arab Perspective Institute Zeidon Alkinani mengatakan pernyataan Trump belum tentu betul-betul jadi tindakan nyata. “Trump adalah sosok yang sangat tak biasa dalam sejarah politik dunia, terutama seseorang yang berada di posisi politik yang begitu sensitif,” kata Alkinani. “Terjadi transformasi besar-besaran, transformasi yang surealis dalam bahasa dan retorika diplomasi, dibandingkan dengan apa yang selama ini kita kenal.”

Rakyat Iran sepenuhnya menyadari Trump adalah orang yang sangat reaksioner. “Dan banyak komentarnya tak selalu diterjemahkan menjadi tindakan permanen,” kata Alkinanti. Alkinanti lalu mencontohkan Trump menyerukan perubahan rezim dan enggan bernegosiasi dengan Iran. Namun, akhirnya dia lunak juga dan bersedia ke meja perundingan.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Iran di sisi lain, sudah hafal sikap Trump. Mereka juga punya sikap yang tegas. Teheran tak akan mau bernegosiasi jika AS terus mengancam. Dengan pernyataan Trump yang menyatakan MoU sudah berakhir, maka jalan panjang yang masih harus ditempuh oleh kedua negara untuk mencapai kesepakatan yang lebih baik masih sangat panjang.

Kedua negara masih memiliki banyak pekerjaan rumah untuk mencapai kesepakatan yang lebih baik. Apalagi, dengan perbedaan pendapat yang cukup besar antara AS dan Iran, maka dibutuhkan upaya yang lebih besar untuk mencapai kesepakatan yang dapat diterima oleh kedua belah pihak.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnnindonesia.com/internasional/20260709060021-120-1378549/bagaimana-nasib-mou-as-iran-usai-trump-sebut-kesepakatan-berakhir, without altering the facts of the original article.

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *