Jelang KTT NATO, Turki Tangkap Banyak Orang Terkait Gerakan Gulen
Pemerintah Turki, di bawah kepemimpinan Presiden Recep Tayyip Erdogan, meningkatkan operasi keamanan menjelang Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) NATO yang akan digelar di Ankara pada Selasa dan Rabu. Dalam beberapa hari terakhir, polisi Turki telah menangkap sejumlah jurnalis, aktivis hak asasi manusia, akademisi, dan anggota kelompok kiri. Penangkapan ini terjadi di beberapa provinsi, termasuk Ankara dan Istanbul.
Operasi Keamanan Meningkat
Menurut laporan media dan serikat pekerja di Turki, operasi keamanan ini telah menargetkan puluhan partai politik kiri dan sosialis, serikat pekerja, dan kelompok masyarakat sipil. Ketua perempuan cabang Istanbul Asosiasi Pengacara Kontemporer (CHD) ditangkap dan apartemennya disita, demikian menurut organisasi tersebut. Beberapa kliennya juga dilaporkan ditangkap. Editor-in-chief surat kabar online T24, Buse Sotuglu, dan reporter Oda TV, Ceren Erdogdu, juga ditangkap di rumah mereka.
Tindakan Polisi dan Reaksi
Belum ada alasan resmi yang diberikan untuk penangkapan ini, namun pengacara Erman Ozturk menduga bahwa penangkapan tersebut terkait dengan KTT NATO yang akan datang. Ozturk mengatakan bahwa razia polisi tampaknya berusaha untuk “intimidasi demokrat, kiri, dan pers”. Sebanyak 39 tersangka ditangkap dalam razia di seluruh negeri yang menargetkan sayap muda organisasi kiri yang dilarang THKP/C-DEV YOL. Polisi juga menahan 28 tersangka di provinsi Kocaeli yang memiliki dugaan hubungan dengan “Islamic State” dan kelompok militan kiri.
Mengapa dan Dampak
Kritis pemerintah mengatakan bahwa tindakan keras polisi ini dirancang untuk mencegah protes dan membungkam perbedaan pendapat menjelang KTT di Ankara. Lebih dari 30 pemimpin negara anggota NATO, termasuk Presiden AS Donald Trump dan Kanselir Jerman Friedrich Merz, dijadwalkan hadir. Organisasi Reporters Without Borders (RSF) mengecam operasi “buta, sewenang-wenang, dan sembrono” yang membahayakan “reputasi dan keselamatan jurnalis”. Asosiasi Jurnalis Turki (TGC) juga mengecam penangkapan tersebut, menyebutnya tidak dapat diterima dan mengancam kebebasan pers.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Penangkapan massal ini menambah catatan panjang tindakan represif pemerintah Turki menjelang KTT NATO. Dengan berbagai upaya untuk membungkam suara-suara oposisi dan kritikus, Erdogan tampaknya menunjukkan bahwa stabilitas dan keamanan akan menjadi prioritas utama dalam acara tersebut. Namun, tindakan keras ini juga berpotensi memicu reaksi balik dari masyarakat sipil dan komunitas internasional.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://en.tempo.co/read/2112047/turkey-steps-up-arrests-ahead-of-nato-summit, without altering the facts of the original article.