8 Juli 2026 Internasional 0 Views

Warga AS Ragukan Kesepakatan dengan Iran, Survei: Dua Pertiga Tidak Percaya

Warga Amerika Serikat (AS) meragukan efektivitas nota kesepahaman (MoU) yang diteken AS dan Iran untuk mengakhiri konflik di antara kedua negara. Sebanyak dua pertiga warga AS menilai nota kesepahaman itu tidak akan membawa dampak berarti terhadap situasi di Timur Tengah. Bahkan, hal ini dinilai berpotensi meningkatkan ketidakstabilan serta memperbesar kemungkinan terjadinya konflik lanjutan.

Survei Menunjukkan Keraguan Warga AS

Survei yang dilakukan perusahaan riset asal Inggris, Focaldata, untuk harian Financial Times menunjukkan bahwa 66 persen pemilih di Amerika Serikat menilai nota kesepahaman itu tidak akan membawa dampak berarti terhadap situasi di Timur Tengah. Survei dilakukan pada 26-30 Juni terhadap 1.795 pemilih di Amerika Serikat dengan margin kesalahan sebesar 2,7 poin persentase.

Apa yang Terjadi?

Pada malam 18 Juni, Iran dan Amerika Serikat menandatangani nota kesepahaman yang bertujuan mengakhiri konflik militer yang dimulai pada 28 Februari. Nota kesepahaman tersebut juga memuat jadwal pencabutan blokade laut oleh Amerika Serikat serta pemulihan pelayaran Iran di Selat Hormuz. Selain itu, Iran berkomitmen untuk tidak mengembangkan senjata nuklir. Persoalan mengenai program nuklir Iran akan diselesaikan melalui perjanjian terpisah. Kedua pihak sepakat menggelar perundingan mengenai isu tersebut dalam waktu 60 hari.

Mengapa dan Dampak

Mengapa warga AS meragukan efektivitas nota kesepahaman ini? Salah satu alasan utamanya adalah karena sejarah panjang konflik antara AS dan Iran yang membuat warga AS skeptis terhadap kemungkinan perdamaian yang langgeng. Dampak dari keraguan ini adalah meningkatnya ketidakstabilan di Timur Tengah, yang berpotensi memicu konflik lanjutan. Bagi AS, perjanjian ini juga dinilai melemahkan posisinya di kawasan, dengan 44 persen responden menilai posisi AS justru melemah setelah berkonflik dengan Iran.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Dengan demikian, jalan panjang masih harus ditempuh oleh AS dan Iran untuk mencapai perdamaian yang sebenarnya. Perundingan lanjutan mengenai program nuklir Iran dan pencabutan sanksi ekonomi akan menjadi langkah krusial selanjutnya. Bagi warga AS, harapan untuk perdamaian di kawasan Timur Tengah masih terbuka, namun keraguan terhadap efektivitas nota kesepahaman saat ini tetap tinggi.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://dunia.tempo.co/read/2112189/survei-dua-pertiga-warga-as-ragukan-kesepakatan-dengan-iran, without altering the facts of the original article.

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *