Trump Intervensi, China Lepas Pastor yang Ditahan
Pastor Ezra Jin Mingri, yang merupakan pendeta gereja bawah tanah di Beijing, China, dibebaskan dari tahanan setelah hampir dua bulan Presiden Amerika Serikat Donald Trump membicarakan kasusnya dengan Presiden China Xi Jinping. Pembebasan Jin Mingri disambut baik oleh keluarga dan kelompok hak asasi manusia. Gereja Zion yang didirikan Jin Mingri pada 2007 memiliki sekitar 1.500 jemaat sebelum ditutup oleh pihak berwenang pada 2018.
Kasus Penahanan Ezra Jin Mingri
Ezra Jin Mingri ditahan sejak Oktober bersama 18 pemimpin lainnya dari Gereja Zion Beijing. Mereka dituduh menggunakan jaringan informasi secara ilegal. Putrinya, Grace Jin, melaporkan bahwa ayahnya dibebaskan dan tiba di Los Angeles pada Sabtu setelah ditahan di kota Beihai, China selatan. Kelompok advokasi Kristen ChinaAid menyambut baik pembebasan Jin Mingri.
Mengapa Kasus Ezra Jin Mingri Penting?
Kasus Ezra Jin Mingri mendapat perhatian internasional setelah Trump mengatakan bahwa dia juga membahas penahanan penerbit pro-demokrasi Hong Kong, Jimmy Lai, dengan Xi Jinping selama kunjungan ke Beijing. Lai saat ini menjalani hukuman penjara 20 tahun di Hong Kong. Gereja Zion adalah salah satu gereja Protestan terbesar di China yang tidak terdaftar. Seperti gereja rumah lainnya, gereja ini beroperasi di luar sistem keagamaan yang disetujui negara.
Dampak Pembebasan Ezra Jin Mingri
Keluarga Jin Mingri berterima kasih kepada Trump dan Xi Jinping atas pembebasan pastor tersebut. “Kami berterima kasih kepada Tuhan atas mukjizat besar ini,” kata putri Jin Mingri, Grace. “Kami berharap ini menjadi sinyal positif bagi orang-orang beragama di China dan hubungan antara kedua negara kami.” ChinaAid juga menyambut baik pembebasan Jin Mingri dan mendesak pembebasan delapan anggota Gereja Zion lainnya yang masih ditahan.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Pembebasan Ezra Jin Mingri menjadi catatan positif dalam hubungan antara Amerika Serikat dan China, terutama dalam hal kebebasan beragama. Namun, masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, terutama terkait dengan gereja-gereja bawah tanah di China yang masih menghadapi tekanan dari pemerintah. Komunitas internasional diharapkan terus memantau situasi ini dan mendukung kebebasan beragama di seluruh dunia.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://en.tempo.co/read/2112038/china-frees-pastor-after-trump-raised-case-with-xi, without altering the facts of the original article.