Terbit dan Ondim Ditangkap KPK, Bobby Ungkap Respons Pemerintah Langkat
Langkat Kembali Tercoreng Kasus Korupsi, Bupati Ondim Ditangkap KPK
Kabupaten Langkat, Sumatera Utara (Sumut), kembali menjadi sorotan setelah Bupati Langkat periode 2024-2029, Syah Afandin alias Ondim, ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam operasi tangkap tangan (OTT) pada Kamis (2/7) pekan lalu. Ini merupakan kasus kedua di mana bupati Langkat terjerat korupsi dalam kurun waktu kurang dari lima tahun. Sebelumnya, KPK pernah menangkap Bupati Langkat periode 2019-2024, Terbit Rencana Peranginangin, pada 2022.
Apa yang Terjadi?
Bupati Langkat, Syah Afandin alias Ondim, ditangkap KPK karena diduga menerima suap dari proyek di Dinas Pendidikan serta Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Langkat. Penangkapan ini menambah daftar panjang kasus korupsi yang melibatkan pejabat tinggi di Langkat. Sebelumnya, Terbit Rencana Peranginangin, juga terjerat kasus korupsi dan bahkan ditemukan kerangkeng manusia di kediamannya.
Mengapa & Dampak
Menurut Gubernur Sumut, Bobby Nasution, kasus korupsi tidak hanya berkaitan dengan sistem pemerintahan, tetapi juga integritas individu yang menjalankannya. “Ya itu tadi saya sampaikan, ini kan sistemnya harus benar-benar baik. Kedua, kalau sistemnya sudah baik, ini kembali ke personalnya,” ujar Bobby. Kasus ini juga berdampak pada kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah daerah. Oleh karena itu, Bobby menegaskan pentingnya pembenahan tata kelola pemerintahan dan penguatan integritas aparatur sipil negara (ASN).
Reaksi Pemerintah
Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menunjuk Tiorita Br. Surbakti sebagai Pelaksana Tugas Bupati Langkat untuk memastikan roda pemerintahan tetap berjalan. Bobby Nasution juga meminta Tiorita untuk memastikan ASN bekerja demi kepentingan masyarakat, bukan melayani kepentingan pimpinan. “Makanya tadi saya sampaikan ke Bu Teo (Tiorita Br Surbakti) khusus untuk jabatan ASN, jadikan ASN ini kerjanya untuk masyarakat, bukan untuk pimpinan,” tegasnya.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Kasus korupsi di Langkat menunjukkan bahwa masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan dalam upaya pencegahan korupsi. Pemerintah daerah dan KPK harus bekerja sama untuk memastikan bahwa sistem pemerintahan yang baik dan integritas individu yang tinggi dapat terwujud. Dengan penangkapan Bupati Ondim, diharapkan dapat menjadi pelajaran bagi pejabat lain untuk tidak terjerat kasus korupsi.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnnindonesia.com/nasional/20260706221848-20-1377627/bobby-respons-2-bupati-langkat-ditangkap-kpk-terbit-dan-ondim, without altering the facts of the original article.