30 Juni 2026 Internasional 0 Views

Tantangan Netanyahu: Eks Jenderal Israel Siap Gantikan Kursi Panas

Benjamin Netanyahu, Perdana Menteri Israel, menghadapi tantangan serius dari mantan Kepala Staf Militer Israel, Gadi Eisenkot, dalam pemilihan parlemen yang akan datang. Eisenkot muncul sebagai calon kuat pengganti Netanyahu, dengan hasil survei terbaru menunjukkan bahwa ia hanya terpaut tipis dengan Netanyahu dalam hal preferensi publik sebagai perdana menteri.

Siapa Gadi Eisenkot?

Gadi Eisenkot, mantan Kepala Staf Militer Israel, telah muncul sebagai penantang kuat bagi Benjamin Netanyahu dalam pemilihan parlemen Israel yang akan datang. Lahir dari orang tua imigran Maroko, Eisenkot memiliki latar belakang yang berbeda dari elit politik tradisional Israel. Sebelum terjun ke dunia politik, Eisenkot memiliki karier militer yang cemerlang, menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Darat Israel dari tahun 2015 hingga 2019.

Mengapa Gadi Eisenkot Menjadi Calon Kuat?

Eisenkot memiliki gaya kepemimpinan yang berbeda dari Netanyahu, dengan pendekatan yang lebih rendah hati dan fokus pada strategi militer. Ia juga memiliki pengalaman dalam penanganan konflik, termasuk dalam perang di Gaza, Lebanon, dan Iran. Selain itu, kehilangan keluarganya dalam konflik, termasuk putranya yang gugur di Gaza pada Desember 2023, telah meningkatkan citra publiknya sebagai pemimpin yang merasakan langsung beban keluarga-keluarga Israel selama perang berkepanjangan.

Apa yang Terjadi?

Beberapa bulan terakhir, spekulasi tentang masa depan Netanyahu meningkat setelah ia absen dari publik selama beberapa hari tanpa ada konfirmasi resmi. Hal ini memicu rumor bahwa ia mungkin terluka atau bahkan tewas dalam serangan misil Iran. Sementara itu, perhatian publik kini beralih pada pemilihan parlemen yang diharapkan berlangsung pada akhir Oktober tahun ini, yang akan menjadi pemilu nasional pertama Israel sejak serangan Hamas pada Oktober 2023 dan perang berikutnya di Gaza, Lebanon, dan Iran.

Mengapa dan Dampak

Kehadiran Eisenkot sebagai calon kuat memiliki dampak signifikan pada peta politik Israel. Dengan dukungan 38% dari responden dalam survei terbaru, ia hanya terpaut 2 poin dari Netanyahu yang mendapat dukungan 36%. Gaya kepemimpinannya yang kontras dengan Netanyahu menarik perhatian banyak pemilih, termasuk dari komunitas Mizrahi Jewish yang mungkin melihatnya sebagai representasi mereka. Namun, tantangan besar masih ada bagi Eisenkot untuk mengalahkan Netanyahu, terutama dalam sistem parlementer Israel yang kompleks, di mana partai terbesar tidak otomatis membentuk pemerintahan.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Dalam beberapa bulan ke depan, Israel akan memasuki periode yang sangat menentukan dalam sejarah politiknya. Dengan munculnya Gadi Eisenkot sebagai penantang kuat bagi dominasi panjang Netanyahu, dinamika politik dalam negeri Israel diprediksi akan semakin intens. Apakah Eisenkot dapat memanfaatkan momentum ini untuk membawa perubahan atau Netanyahu masih akan mempertahankan kekuasaannya, hanya waktu yang akan menjawab. Yang jelas, pemilihan parlemen nanti akan menjadi titik balik penting dalam menentukan arah masa depan Israel.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://en.tempo.co/read/2111049/ex-israeli-military-chief-emerges-as-netanyahus-top-challenger, without altering the facts of the original article.

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *