8 Juli 2026 Internasional 0 Views

Sidang Pemakzulan Wapres Sara Duterte Digelar Senat Filipina, Apa Selanjutnya?

Senat Filipina resmi menggelar sidang pemakzulan Wakil Presiden Sara Duterte pada Senin, 6 Juli 2024. Sidang ini dapat berujung pada pencopotannya dari jabatan dan mengakhiri upayanya mencalonkan diri sebagai presiden pada pemilu 2028. Sara Duterte dinilai merupakan salah satu bakal calon kuat dalam pemilu presiden Filipina tersebut. Presiden Filipina hanya dapat menjabat untuk satu kali masa jabatan enam tahun, sehingga Ferdinand Marcos Jr. tak bisa mencalonkan diri lagi.

Tuduhan dan Proses Pemakzulan

Sidang pemakzulan ini digelar setelah DPR Filipina pada Mei lalu setuju memakzulkan Duterte untuk kedua kalinya, menyusul gagalnya upaya pemakzulan pertama tahun lalu akibat kesalahan prosedur. Dakwaan yang didakwakan kepada Duterte antara lain penyalahgunaan anggaran publik, ancaman pembunuhan kepada Presiden Ferdinand Marcos Jr., dan memiliki kekayaan yang tidak dapat dijelaskan asal-usulnya. Sara Duterte menolak keras tuduhan yang dilayangkan kepadanya dan menyebut proses pemakzulan yang berjalan “bermuatan politis”.

Sara Duterte tidak menghadiri sidang Senat pada Senin, tetapi diwakili tim penasihat hukumnya. Menurut konstitusi Filipina, dua per tiga dari seluruh 24 anggota Senat, setara dengan 16 suara, diperlukan agar pemakzulan dapat disahkan. Namun, penahanan dan ketidakhadiran senator pro-Duterte memicu spekulasi terkait apakah ambang batas tersebut dapat diturunkan.

Latar Belakang dan Hubungan dengan Presiden Marcos

Sara Duterte dan Presiden Ferdinand Marcos Jr. maju sebagai pasangan calon dalam pemilu presiden 2022. Namun, hubungan keduanya merenggang setelah menang pemilu. Hubungan mereka semakin buruk setelah pemerintahan Marcos pada Maret 2025 memutuskan menyerahkan Rodrigo Duterte kepada ICC di Den Haag atas pembunuhan yang terjadi selama operasi anti-narkobanya. Terlebih lagi, dalam sebuah konferensi pers daring pada November 2024, Sara Duterte mengatakan telah meminta seorang pembunuh bayaran agar membunuh Marcos, istrinya, serta sepupunya, Martin Romualdez yang merupakan Ketua DPR Filipina, apabila dirinya dibunuh.

Dampak dan Prospek Masa Depan

Jika Sara Duterte benar-benar dicopot dari jabatannya sebagai Wakil Presiden, maka ini akan berdampak signifikan pada posisinya sebagai calon presiden pada pemilu 2028. Selain itu, kejadian ini juga dapat mempengaruhi dinamika politik di Filipina dan berpotensi mengubah lanskap politik negara tersebut. Bagi Presiden Marcos Jr., kejadian ini dapat menjadi kesempatan untuk memperkuat posisinya sebagai pemimpin negara.

Kini, masyarakat Filipina menantikan hasil sidang pemakzulan dan bagaimana proses politik di negara tersebut akan berkembang ke depannya. Apakah Sara Duterte akan dapat mempertahankan posisinya sebagai Wakil Presiden, ataukah dia akan dicopot dan harus menghadapi konsekuensi hukum atas tuduhan yang dilayangkan kepadanya?

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://dunia.tempo.co/read/2112185/senat-filipina-gelar-sidang-pemakzulan-wapres-sara-duterte, without altering the facts of the original article.

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *