4 Juli 2026 Ekonomi 0 Views

Program Magang Dinilai Tak Cukup, Apindo: Butuh Lapangan Kerja Baru untuk Ekonomi RI

Program Magang Nasional yang dicanangkan pemerintah untuk mengatasi pengangguran dinilai tidak cukup efektif tanpa diiringi dengan penciptaan lapangan kerja baru. Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Shinta Kamdani, menyatakan bahwa program magang sangat penting untuk meningkatkan kesiapan tenaga kerja, namun tidak dapat menjadi solusi tunggal dalam mengatasi pengangguran.

Keterbatasan Program Magang

Menurut Shinta, persoalan ketenagakerjaan di Indonesia merupakan kombinasi tantangan di sisi kualitas tenaga kerja dan terbatasnya penciptaan lapangan kerja. Kompetensi lulusan masih perlu ditingkatkan agar sesuai dengan kebutuhan industri. Di sisi lain, kemampuan dunia usaha menyerap tenaga kerja baru masih terbatas akibat perlambatan ekonomi dan investasi yang semakin padat modal.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa kebutuhan lapangan kerja setiap tahun mencapai sekitar 9,5 juta hingga 12 juta orang, sedangkan tenaga kerja yang terserap hanya sekitar 2,4 juta hingga 4,8 juta orang. Selain itu, kemampuan investasi menciptakan lapangan kerja juga terus menurun. Jika pada 2013 setiap investasi Rp 1 triliun mampu menyerap lebih dari 4.500 pekerja, kini jumlahnya hanya sekitar 1.400 pekerja.

Mengapa Program Magang Tidak Cukup?

Shinta menjelaskan bahwa program magang tidak dapat menjadi solusi tunggal karena keterbatasan lapangan kerja. Oleh karena itu, pemerintah perlu menciptakan iklim usaha yang mampu mendorong investasi dan membuka lapangan kerja baru. Investasi yang hadir harus produktif dan padat karya.

Apindo mengusulkan tiga perbaikan untuk meningkatkan efektivitas program magang. Pertama, pemetaan kebutuhan tenaga kerja secara lebih presisi agar kompetensi yang dipelajari sesuai dengan kebutuhan industri. Kedua, memperkuat proses seleksi dan asesmen peserta agar keocokan dengan perusahaan lebih optimal. Ketiga, kualitas pendampingan dan proses pembelajaran di perusahaan perlu distandardisasi agar peningkatan kompetensi peserta dapat diukur secara jelas.

Dampak bagi Dunia Usaha

Shinta menambahkan bahwa program magang sebenarnya dapat menjadi salah satu jalur rekrutmen yang efektif. Namun, peluang peserta direkrut menjadi karyawan tetap bergantung pada kebutuhan perusahaan, kondisi ekonomi, dan hasil evaluasi selama masa magang.

Dengan demikian, program magang perlu diiringi dengan penciptaan lapangan kerja baru untuk meningkatkan efektivitasnya. Pemerintah perlu menciptakan iklim usaha yang kondusif untuk mendorong investasi dan membuka lapangan kerja baru.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Kedepannya, pemerintah dan dunia usaha perlu bekerja sama untuk menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan kualitas tenaga kerja. Dengan demikian, program magang dapat menjadi salah satu solusi efektif untuk mengatasi pengangguran dan meningkatkan kualitas tenaga kerja di Indonesia.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://bisnis.tempo.co/read/2111788/apindo-program-magang-tak-cukup-tanpa-lapangan-kerja-baru, without altering the facts of the original article.

Tags:

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *