9 Juli 2026 Ekonomi 0 Views

Produksi Sumur LLA-5 Capai 780 BOPD, Lampaui Target yang Ditetapkan

Proses Pengeboran dan Produksi

Sumur LLA-5 resmi mulai beroperasi pada 26 Juni 2026. Berdasarkan penilaian Pertamina, kualitas minyak mentah yang dihasilkan tergolong sangat baik dengan kadar air (water cut) yang sangat minim, yakni hanya tiga persen. Proses pencarian minyak di tengah laut ini menghadapi berbagai kendala teknis dan risiko pekerjaan yang tinggi. Namun, tim di lapangan berhasil mengatasi tantangan tersebut selama 67 hari pengerjaan sejak akhir April 2026 dengan catatan lebih dari 84 ribu jam kerja tanpa kecelakaan (zero accident).

Tantangan dan Keberhasilan

Keberhasilan pengeboran di Sumur LLA-5 merupakan bukti nyata bahwa potensi cadangan migas di wilayah lepas pantai utara Jawa Barat masih sangat menjanjikan. Muzwir Wiratama menambahkan bahwa keberhasilan ini menjadi modal kuat bagi PHE ONWJ untuk melanjutkan program pengeboran berikutnya, yakni Sumur LLA-7. Dengan kondisi sumur yang masih berada dalam tahap proses pembersihan awal (clean-up), estimasi laju produksi minyak diperkirakan masih berpotensi mengalami peningkatan lebih lanjut.

Mengapa dan Dampak

Keberhasilan PHE ONWJ dalam meningkatkan produksi minyak melalui Sumur LLA-5 memiliki dampak signifikan pada ketahanan energi nasional. Dalam kondisi tren penurunan produksi dari lapangan-lapangan migas yang sudah tua (mature), tambahan produksi dari Sumur LLA-5 diharapkan dapat memperkuat ketahanan energi nasional. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyebutkan bahwa lifting minyak 2025 mencapai 605,3 ribu barel per hari, melampaui target APBN. Namun, target lifting minyak pada 2030 sebesar 1 juta barel per hari masih terasa sulit dicapai.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Saat ini, PHE ONWJ terus berkomitmen melakukan pengembangan berkelanjutan di wilayah lepas pantai utara Jawa Barat guna mendukung target produksi migas nasional yang ditetapkan pemerintah. Imron, salah satu pejabat terkait, meminta Pertamina agar terus meningkatkan kinerja melalui lifting yang terus meningkat, diharapkan bisa mendukung upaya ketahanan energi nasional. Institute for Essential Services Reform (IESR) juga menyoroti capaian rata-rata lifting minyak bumi pada 2025 sebesar 605,3 ribu barrel per hari. Dengan keberhasilan ini, PHE ONWJ diharapkan dapat terus meningkatkan produksi minyak dan mendukung ketahanan energi nasional di masa depan.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://mediaindonesia.com/ekonomi/909087/produksi-sumur-lla-5-tembus-780-bopd-lampaui-target, without altering the facts of the original article.

Tags:

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *