PMI Manufaktur Turun, Wamenaker Ungkap Dampak pada Tenaga Kerja
Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Afriansyah Noor, mengungkapkan bahwa penurunan nilai Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur Indonesia berdampak pada tenaga kerja. Oleh karena itu, pemerintah akan mengantisipasi dengan mempersiapkan peluang-peluang kerja dan pelatihan untuk mereka yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK).
Penurunan PMI Manufaktur
Berdasarkan data dari Standard & Poor’s Global (S&P), PMI manufaktur Indonesia turun ke level 46,9 pada Juni 2026, menurun dibandingkan Mei yang berada di level 50,0. Penurunan ini menunjukkan bahwa industri manufaktur Indonesia mengalami kontraksi. Ekonom S&P Global Market Intelligence, Usamah Bhatti, mengatakan bahwa penurunan ini disebabkan oleh kenaikan biaya produksi dan penurunan permintaan.
Dampak pada Tenaga Kerja
Penurunan PMI manufaktur ini berdampak pada tenaga kerja, dengan jumlah tenaga kerja yang terdampak PHK sebanyak 23.470 orang pada Januari sampai Mei 2026, berdasarkan data Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker). Afriansyah Noor mengatakan bahwa pemerintah akan mempersiapkan peluang-peluang kerja dan pelatihan untuk mereka yang terkena PHK. “Pelatihan-pelatihan yang memang mereka terdampak PHK. Reskilling, upskilling yang mereka butuhkan,” katanya.
Mengapa Penurunan PMI Manufaktur Terjadi?
Penurunan PMI manufaktur Indonesia terjadi karena ekonomi global dan geopolitik yang tidak menentu. Namun, masih ada perusahaan yang melakukan ekspansi bisnis dan kembali membuka lapangan pekerjaan, salah satunya PT Givaudan Indonesia yang memperluas produksi di Cikarang, Jawa Barat. Afriansyah Noor berharap bahwa perusahaan lain juga akan mengikuti langkah ini dan membuka peluang-peluang kerja baru.
Apa Artinya Ini bagi Indonesia?
Penurunan PMI manufaktur Indonesia menunjukkan bahwa industri manufaktur Indonesia masih menghadapi tantangan. Namun, pemerintah telah mempersiapkan peluang-peluang kerja dan pelatihan untuk mereka yang terkena PHK. Dengan demikian, diharapkan bahwa Indonesia dapat segera pulih dan meningkatkan pertumbuhan ekonominya.
Kesimpulan, penurunan PMI manufaktur Indonesia berdampak pada tenaga kerja, namun pemerintah telah mempersiapkan peluang-peluang kerja dan pelatihan untuk mereka yang terkena PHK. Dengan demikian, diharapkan bahwa Indonesia dapat segera pulih dan meningkatkan pertumbuhan ekonominya.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://bisnis.tempo.co/read/2111758/pmi-manufaktur-turun-wamenaker-tenaga-kerja-terdampak, without altering the facts of the original article.