2 Juli 2026 Internasional 0 Views

Pesawat Antariksa Cina Lepaskan Objek Misterius, Menghebohkan Dunia

Pesawat antariksa rahasia milik Cina, Shenlong atau Naga Ilahi (Divine Dragon), kembali melepaskan sebuah objek tak dikenal di orbit rendah Bumi. Temuan itu memunculkan kembali spekulasi mengenai tujuan sebenarnya dari wahana yang hingga kini masih sangat tertutup tersebut. Objek misterius ini pertama kali terdeteksi pada 22 Juni di sekitar Shenlong. Perusahaan pemantau aktivitas antariksa LeoLabs menemukan objek tak dikenal di sekitar pesawat antariksa tersebut.

Apa yang Terjadi

Perusahaan pemantau aktivitas antariksa LeoLabs mendeteksi objek itu pada 22 Juni di sekitar Shenlong. Dalam unggahan di platform X, perusahaan tersebut menyebut telah menemukan “sebuah objek tak dikenal di sekitar (pesawat antariksa tersebut).” Objek itu pertama kali terdeteksi radar LeoLabs di Selandia Baru dan tidak cocok dengan objek mana pun dalam katalog pelacakan mereka. Setelah melakukan pengamatan lanjutan melalui jaringan radar, LeoLabs memperbarui temuannya. “Secara independen mengatalogkan objek ini dan menilai dengan tingkat keyakinan tinggi bahwa objek ini dilepaskan dari pesawat antariksa Cina,” kata perusahaan dikutip dari laporan Live Science, 26 Juni 2026.

Sehari kemudian, astronom sekaligus pakar pelacakan satelit dari Durham University, Inggris, Jonathan McDowell, turut mengonfirmasi bahwa objek tersebut berasal dari Shenlong dan kini dipantau oleh U.S. Space Force. McDowell menduga objek baru itu merupakan CubeSat, yakni satelit kecil yang umumnya dibawa sebagai muatan tambahan dalam misi antariksa. Namun, hingga kini belum diketahui fungsi sebenarnya dari objek tersebut.

Mengapa dan Dampak

Shenlong merupakan pesawat antariksa robotik yang dapat digunakan kembali. Wahana ini diluncurkan ke orbit rendah Bumi menggunakan roket, kemudian kembali memasuki atmosfer dan mendarat secara horizontal di landasan pacu, serupa dengan konsep pesawat ulang-alik Space Shuttle milik NASA. Hingga kini pemerintah Cina belum mengungkap desain, ukuran, maupun tujuan pengembangan wahana tersebut.

Sejak pertama kali diluncurkan pada 2020, Shenlong telah menjalankan empat misi. Wahana itu mulai melepaskan muatan pada misi keduanya yang berlangsung pada 2022–2023, kemudian mengeluarkan tujuh objek tambahan selama misi ketiga pada 2023–2024. Misi keempat dimulai pada 7 Februari melalui peluncuran menggunakan roket Long March 2F dari Pusat Peluncuran Satelit Jiuquan di Gurun Gobi dan masih berlangsung hingga saat ini.

Media Space News sebelumnya melaporkan bahwa salah satu kemungkinan tujuan Shenlong adalah melakukan operasi pertemuan dan pendekatan dengan wahana antariksa lain. Dalam skenario tersebut, objek-objek yang dilepaskan diduga digunakan sebagai target latihan manuver di orbit. Selain itu, sejumlah pihak juga berspekulasi bahwa objek-objek tersebut dapat berupa satelit pengintai atau bahkan memiliki kemampuan anti-satelit. Meski demikian, hingga kini belum ada laporan yang menunjukkan bahwa Shenlong maupun muatan yang dilepaskannya pernah digunakan untuk merusak wahana antariksa lain.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Dengan perkembangan terbaru ini, Shenlong kembali menjadi sorotan internasional. Dunia masih menantikan pengungkapan resmi dari pemerintah Cina mengenai tujuan sebenarnya dari wahana antariksa rahasia ini. Apakah Shenlong akan digunakan untuk misi militer atau sipil? Bagaimana dampaknya terhadap keamanan dan eksplorasi antariksa di masa depan? Semua pertanyaan ini masih belum terjawab.

Namun, satu hal yang pasti, Shenlong telah menunjukkan kemampuan luar biasa dalam teknologi antariksa. Dengan kemampuan untuk melepaskan objek-objek kecil di orbit, Shenlong membuka peluang baru dalam eksplorasi dan penggunaan antariksa. Ke depannya, kita akan melihat bagaimana Cina akan memanfaatkan teknologi ini untuk kepentingan nasional dan internasional.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://tekno.tempo.co/read/2111269/pesawat-antariksa-cina-kembali-lepaskan-objek-misterius, without altering the facts of the original article.

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *