29 Juni 2026 Internasional 0 Views

Perajin Oud Gaza Berjuang Bertahan Hidup di Tengah Puing-Puing Perang

Di tengah-tengah kehancuran akibat perang di Gaza, seorang perajin alat musik tradisional Palestina, Suhail Abu Shawish, berjuang untuk mempertahankan hidup dan melestarikan budaya negaranya dengan memperbaiki alat musik oud. Abu Shawish, yang berusia 60 tahun, bekerja di sebuah bengkel sederhana di kamp pengungsian Nuseirat, Gaza tengah, di mana ia dengan telaten memperbaiki alat musik oud yang rusak. Ia tidak hanya memperbaiki alat musik, tetapi juga mempertahankan simbol penting identitas budaya Palestina.

Proses Perbaikan yang Rumit

Abu Shawish mulai belajar memainkan oud pada dekade 1980-an dan kemudian menjadi ahli dalam konservasi dan restorasi alat musik tradisional. Ia memiliki pengalaman bekerja di sejumlah lembaga dan telah menjadi perajin oud yang terampil. Namun, kini ia menghadapi tantangan besar karena perang yang menghancurkan banyak hal di Gaza, termasuk bahan baku dan peralatan yang dibutuhkan untuk memperbaiki alat musik.

Abu Shawish menggunakan peralatan manual, seperti gergaji tangan dan kikir, untuk memperbaiki alat musik oud yang rusak. Ia juga memanfaatkan potongan kayu bekas dari peti bantuan kemanusiaan sebagai bahan pengganti karena kelangkaan bahan baku. Bagian-bagian oud yang masih layak dari instrumen lain yang rusak berat digunakan kembali untuk memperbaiki alat musik lainnya.

Keterbatasan dan Kesulitan

Keterbatasan bahan baku dan peralatan membuat proses perbaikan alat musik oud menjadi sangat sulit dan memakan waktu lama. Harga bahan pendukung juga melonjak tajam, seperti lem yang sebelumnya dijual sekitar 20 shekel kini mencapai sekitar 60 shekel. Krisis listrik juga membuat pekerjaan yang biasanya dilakukan dengan mesin harus dikerjakan sepenuhnya secara manual.

Abu Shawish belum menyerah dan terus bekerja untuk memperbaiki alat musik oud. Ia senang membeli oud dan juga seorang pemain oud. Pelanggan terus berdatangan dengan harapan suara khas oud yang hangat dapat kembali mengalun seperti sedia kala.

Mengapa dan Dampak

Mengapa Abu Shawish begitu gigih mempertahankan budaya Palestina melalui alat musik oud? Menurutnya, memperbaiki oud bukan sekadar mencari nafkah, tetapi juga cara mempertahankan salah satu simbol penting identitas budaya Palestina. Dengan memperbaiki alat musik oud, Abu Shawish berharap dapat mempertahankan warisan budaya Palestina dan memberikan harapan kepada masyarakat Gaza yang tengah berjuang.

Dampak dari kerja Abu Shawish tidak hanya dirasakan oleh dirinya sendiri, tetapi juga oleh masyarakat Gaza. Dengan melestarikan budaya Palestina, Abu Shawish membantu mempertahankan identitas bangsa dan memberikan kontribusi pada upaya rekonstruksi Gaza pasca perang.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Abu Shawish masih memiliki jalan panjang yang harus ditempuh untuk mempertahankan budaya Palestina dan memperbaiki alat musik oud. Dengan keterbatasan bahan baku dan peralatan, ia harus terus mencari cara untuk mempertahankan pekerjaannya. Namun, dengan semangat dan keteguhan hatinya, Abu Shawish yakin dapat mempertahankan budaya Palestina dan memberikan kontribusi pada upaya rekonstruksi Gaza.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnnindonesia.com/internasional/20260628173218-120-1374355/kisah-perajin-oud-gaza-bertahan-hidup-di-tengah-puing-perang, without altering the facts of the original article.

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *