Lebih dari Sekedar Mobil Mewah, Denza Tunjukkan Identitas Baru lewat Seni
Denza, merek otomotif di bawah PT BYD Motor Indonesia, terus memperluas eksistensinya agar menjangkau masyarakat yang lebih luas. Denza menunjukkan identitas baru lewat seni di ArtMoments 2026, yang digelar di AGORA Mall, Jakarta, pada 4-7 Juni 2026. Sebagai produsen kendaraan mewah, Denza menegaskan bahwa identitasnya tidak hanya sebagai produsen kendaraan mewah, tetapi juga sebagai bagian dari ekosistem gaya hidup, seni, dan desain kontemporer. Denza berpartisipasi dalam acara ini untuk memperkenalkan pengalaman mobilitas premium kepada audiens yang dekat dengan dunia seni, desain, dan gaya hidup.
Kolaborasi dengan Seniman
Head of Public & Government Relations PT BYD Motor Indonesia, Luther Panjaitan, mengatakan bahwa kemewahan dan seni merupakan dua hal yang saling berkaitan. Karena itu, kolaborasi Denza dengan seniman di ArtMoments merupakan elemen penting untuk menegaskan bahwa kendaraan tidak lagi sekadar berfungsi sebagai alat transportasi, tetapi juga menjadi medium yang mencerminkan identitas, kreativitas, serta pengalaman personal penggunanya. “Kami percaya kemewahan, teknologi dan art itu sesuatu yang tidak bisa dipisahkan,” kata dia pada Kamis, 4 Juni 2026.
Dalam stan Denza, pengunjung dapat menyaksikan sebuah karya seni yang menjadikan kendaraan layaknya kanvas bergerak, sarat dengan imajinasi, kebebasan, dan ekspresi modern. Karya bertajuk “The Mallacan Leisure” tersebut merupakan hasil kolaborasi Denza dengan seniman Arief Witjaksana yang diaplikasikan pada model DENZA D9. Tak hanya itu, pengunjung juga dapat menikmati pengalaman audio yang bersifat kontemplatif. Melalui lanskap suara yang direkam di ketinggian 40.000 kaki, karya ini diperdengarkan lewat sistem audio premium Devialet pada DENZA B8.
Instalasi Seni yang Mengagumkan
Instalasi bertajuk Head in the Clouds ini merupakan hasil kolaborasi Denza dengan seniman Gabriel Cheah, yang menghadirkan sebuah perjalanan imersif melalui perpaduan suara, gerak, dan aspirasi. Karya ini memungkinkan pengunjung untuk mengalami pengalaman yang unik dan tak terlupakan. Dengan demikian, Denza tidak hanya menunjukkan identitasnya sebagai produsen kendaraan mewah, tetapi juga sebagai bagian dari ekosistem seni dan desain kontemporer.
MENGAPA & DAMPAK
Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, mengatakan seni rupa merupakan salah satu subsektor penting dalam pengembangan ekonomi kreatif nasional. Menurut dia, seni tidak hanya memiliki nilai budaya, tetapi juga menyimpan potensi ekonomi, kekayaan intelektual, serta berperan dalam memperkuat posisi Indonesia di kancah global. “Karena itu, kami mengapresiasi ArtMoments Jakarta yang secara konsisten menghadirkan ruang bagi seniman, galeri, kolektor, kurator, dan para pelaku kreatif untuk bertemu serta berkolaborasi,” ujarnya.
Kehadiran Denza di ArtMoments Jakarta 2026 menunjukkan komitmennya untuk mendukung pengembangan ekonomi kreatif nasional melalui seni dan desain. Denza tidak hanya memperkenalkan produknya, tetapi juga berpartisipasi dalam mempromosikan seni dan desain kontemporer Indonesia. Dengan demikian, Denza dapat meningkatkan kesadaran dan apresiasi masyarakat terhadap seni dan desain, serta memperkuat posisinya sebagai merek otomotif yang peduli dengan kebudayaan dan kreativitas.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Denza masih memiliki jalan panjang untuk terus meningkatkan eksistensinya di pasar otomotif Indonesia. Namun, dengan partisipasinya dalam ArtMoments Jakarta 2026, Denza telah menunjukkan komitmennya untuk mendukung pengembangan ekonomi kreatif nasional dan memperkuat posisinya sebagai merek otomotif yang peduli dengan kebudayaan dan kreativitas. Ke depan, Denza diharapkan dapat terus berinovasi dan berkolaborasi dengan seniman dan desainer untuk menciptakan karya-karya yang unik dan menginspirasi.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://otomotif.tempo.co/read/2111474/tak-sekadar-mobil-mewah-denza-perluas-identitas-lewat-kolaborasi-seni-di-artmoments-2026, without altering the facts of the original article.