Kesepakatan Damai Israel Ditanggapi dengan Skeptis dan Ketakutan di Lebanon
Kesepakatan damai antara Israel dan Lebanon disambut dengan skeptis dan ketakutan di Lebanon. Perjanjian yang disebut-sebut sebagai “awal dari awal” bagi perdamaian antara kedua negara oleh diplomat top AS Marco Rubio itu dianggap tidak memuaskan oleh banyak pihak di Lebanon.
Kronologi Perjanjian yang Diragukan
Perjanjian tersebut merupakan hasil dari lima putaran pembicaraan langsung antara Lebanon dan Israel yang difasilitasi oleh AS. Perjanjian tersebut bertujuan untuk mengakhiri permusuhan antara kedua negara yang telah berlangsung selama puluhan tahun. Namun, perjanjian tersebut tidak memuaskan oleh kelompok Hezbollah yang memiliki pengaruh besar di Lebanon.
Hezbollah telah meluncurkan roket ke Israel pada awal Maret sebagai tanggapan atas pembunuhan pemimpin Iran Ali Khamenei oleh Israel. Sejak itu, serangan Israel telah menewaskan lebih dari 4.000 orang Lebanon dan melukai lebih dari 12.000 orang.
Mengapa Perjanjian Ini Diragukan?
Perjanjian tersebut dianggap tidak memuaskan oleh banyak pihak di Lebanon karena beberapa alasan. Pertama, perjanjian tersebut mewajibkan pemerintah Lebanon untuk menggagalkan Hezbollah sebelum pasukan Israel menarik diri dari Lebanon.
Namun, Hezbollah memiliki pengaruh besar di Lebanon dan memiliki sayap politik dan sosial yang kuat. Oleh karena itu, perjanjian tersebut dianggap sebagai penyerahan kedaulatan Lebanon kepada Israel.
Dampak Perjanjian Ini bagi Lebanon
Perjanjian tersebut juga dianggap memiliki dampak negatif bagi Lebanon. Pasal 13 perjanjian tersebut menyatakan bahwa tidak ada pihak yang akan menuntut pihak lain menggunakan hukum internasional.
Artinya, warga Lebanon yang telah kehilangan rumah dan mata pencaharian akibat serangan Israel tidak dapat menuntut ganti rugi atau kompensasi di pengadilan internasional.
Selain itu, perjanjian tersebut juga dianggap meninggalkan Lebanon dalam posisi yang lemah. Banyak warga Lebanon yang khawatir bahwa perjanjian tersebut akan menyebabkan Lebanon kehilangan kedaulatannya dan menjadi rentan terhadap serangan Israel.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Kesepakatan damai antara Israel dan Lebanon masih memiliki jalan panjang yang harus ditempuh. Banyak pihak di Lebanon yang masih skeptis terhadap perjanjian tersebut dan khawatir bahwa perjanjian tersebut tidak akan membawa perdamaian yang sebenarnya.
Di sisi lain, Israel masih terus melakukan serangan ke Lebanon, dan Hezbollah masih terus melakukan perlawanan. Oleh karena itu, perjanjian tersebut masih harus diuji oleh kenyataan di lapangan.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://en.tempo.co/read/2111244/israel-peace-deal-greeted-with-skepticism-fear-in-lebanon, without altering the facts of the original article.