7 Juli 2026 Hukum 0 Views

Kasus Khariq Anhar, Ferry Irwandi: Kriminalisasi atau Keadilan?

Ferry Irwandi, seorang kreator konten dan jurnalis senior, menilai kasus yang menjerat Khariq Anhar sebagai bentuk kriminalisasi yang dipaksakan dan berpotensi mengancam kebebasan berekspresi masyarakat. Kasus ini bermula dari konten yang dibuat Khariq yang dianggap sebagai pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Ferry Irwandi hadir sebagai saksi dalam persidangan kasus tersebut dan menyatakan dukungan moral terhadap kreativitas anak muda.

Kronologi Kasus Khariq Anhar

Khariq Anhar dituduh melakukan pelanggaran UU ITE karena mengedit atau menimpa teks pada berita yang berkaitan dengan tokoh buruh Said Iqbal. Jaksa mendakwa Khariq karena konten yang dibuatnya dianggap sebagai berita palsu. Namun, Said Iqbal sebagai pihak yang fotonya digunakan justru tidak merasa keberatan dan bukan merupakan pelapor dalam perkara tersebut.

Ferry Irwandi menjelaskan bahwa Khariq mengedit berita tentang Said Iqbal, tetapi Said Iqbal tidak terganggu dan tidak kena masalah. Bahkan, orang yang ditimpa teksnya pun (Said Iqbal) malah mendukung Khariq. Ferry juga menyoroti sejumlah kejanggalan dalam perkara tersebut, termasuk jaksa yang mendakwa Khariq tanpa ada laporan dari pihak yang merasa dirugikan.

Mengapa Kasus Ini Penting?

Kasus ini penting karena berpotensi mengancam kebebasan berekspresi masyarakat, terutama anak muda yang suka membuat konten di media sosial. Ferry Irwandi menyatakan bahwa konten yang dibuat Khariq merupakan bentuk satire dan humor yang lazim ditemukan di media sosial. Menurutnya, tidak seharusnya mereka mendapatkan konsekuensi sampai dipenjara hanya karena membuat konten yang dianggap sebagai berita palsu.

Khariq Anhar juga mempertanyakan urgensi pemidanaan terhadap konten kritik. Ia mengatakan bahwa dirinya langsung ditahan tidak lama setelah mengunggah konten tersebut. “Kalau konten-konten tersebut dalam persidangan saya dinyatakan tidak boleh, maka yang mati bukan hanya masa depan saya, tapi bagaimana anak muda ke depan harus membaca undang-undang dulu hanya untuk mengetik konten di media sosial,” kata Khariq.

Dampak Kasus Ini

Kasus ini dapat berdampak pada kreativitas anak muda dan kebebasan berekspresi masyarakat. Jika kasus ini tidak ditangani dengan bijak, maka dapat menimbulkan efek jera pada anak muda yang suka membuat konten di media sosial. Ferry Irwandi dan koalisi masyarakat sipil menyatakan akan terus mengawal perkara tersebut hingga Khariq memperoleh putusan bebas murni dari seluruh dakwaan.

Kasus ini juga dapat berdampak pada penegakan hukum di Indonesia. Jika kasus ini tidak ditangani dengan transparan dan adil, maka dapat menimbulkan keraguan pada masyarakat terhadap penegakan hukum di Indonesia.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Kasus Khariq Anhar masih berlanjut dan memerlukan perhatian dari masyarakat. Ferry Irwandi dan koalisi masyarakat sipil akan terus mengawal perkara tersebut hingga Khariq memperoleh putusan bebas murni dari seluruh dakwaan. Masyarakat juga diharapkan dapat memperhatikan kasus ini dan memberikan dukungan pada kreativitas anak muda dan kebebasan berekspresi.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://metro.tempo.co/read/2112228/ferry-irwandi-nilai-kasus-khariq-anhar-bentuk-kriminalisasi, without altering the facts of the original article.

Tags:

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *