ITB-IPB Kembangkan Alat Pengumpul Ikan, Nelayan Bakal Untung Besar
ITB-IPB Kembangkan Alat Pengumpul Ikan, Nelayan Bakal Untung Besar dengan teknologi rumpon portabel berbasis atraktor suara. Alat ini telah dikembangkan selama tiga tahun terakhir dan telah diujicoba oleh nelayan di Indramayu, Jawa Barat, serta di desa nelayan Kabetan, Kabupaten Toli-Toli, Sulawesi Tengah. Harapannya, ikan yang terkumpul banyak, begitu juga hasil tangkapan nelayan. Ketua tim, Sri Raharno, menjelaskan bahwa ide pembuatan alat pengumpul ikan ini dilatari oleh kebutuhan intensifikasi atau peningkatan hasil tangkapan oleh nelayan, khususnya nelayan yang berada di daerah terluar, terdepan, dan tertinggal atau 3T.
Teknologi Rumpon Portabel
Alat pengumpul ikan yang disebut rumpon portabel ini berbentuk tabung atau silinder yang mudah dibawa, dipindahkan, atau digunakan di berbagai lokasi. Selubungnya harus kedap air dan anti bocor, menggunakan bahan dari pipa paralon alias PVC (Polyvinyl Chloride) sepanjang atau setinggi sekitar 50 sentimeter dan bergaris tengah 20 sentimeter. Di bagian atas tutupnya terdapat tombol untuk mengaktifkan dan mematikan alat, serta perangkat untuk mengisi ulang baterai. Daya pakai baterai sekitar 4-5 jam yang kondisinya bisa terlihat di monitor kecil.
Pengembangan dan Uji Coba
Anggota tim dari IPB menyiapkan perangkat lunak seperti suara khusus untuk memanggil ikan jenis tertentu, sementara tim ITB membuatkan perangkat kerasnya. Hasil akhirnya adalah alat yang sebenarnya bukan berwujud rumpon, namun nama itu digunakan karena alat didesain untuk menjadi tempat berkumpulnya ikan. Uji coba telah dilakukan di perairan Indramayu dan Kabupaten Toli-Toli, dengan hasil yang bagus, ada peningkatan dari jumlah ikan yang ditangkap.
Mengapa dan Dampak
Mengapa pengembangan alat pengumpul ikan ini penting? karena kebutuhan intensifikasi atau peningkatan hasil tangkapan oleh nelayan, khususnya nelayan yang berada di daerah terluar, terdepan, dan tertinggal atau 3T. Dampaknya, nelayan dapat meningkatkan hasil tangkapan ikan, sehingga meningkatkan pendapatan mereka. Alat ini juga dapat membantu meningkatkan kesejahteraan nelayan dan masyarakat sekitar.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Ketua tim, Sri Raharno, menjelaskan bahwa perangkat yang masih tergolong purwarupa ini rencananya masih akan terus dikembangkan. Misalnya untuk menekan biaya agar alat lebih murah dan terjangkau oleh nelayan, kemudian atraktor suaranya dilengkapi dengan cahaya. Rencana lainnya menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI) dan beberapa sensor agar hewan air yang bukan ikan seperti penyu tidak ikut tertarik untuk berkumpul. Dengan demikian, alat pengumpul ikan ini diharapkan dapat menjadi solusi bagi nelayan untuk meningkatkan hasil tangkapan ikan dan meningkatkan kesejahteraan mereka.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://tekno.tempo.co/read/2112165/tim-peneliti-itb-ipb-uji-alat-pengumpul-ikan-bersama-nelayan, without altering the facts of the original article.