4 Juli 2026 Internasional 0 Views

Israel Dituduh Bunuh 21 Ribu Anak Gaza, Rezim Pembunuh Bayi?

Israel dituduh telah membunuh 21 ribu anak-anak di Jalur Gaza selama 1.000 hari agresi militer. Rezim Israel disebut sebagai rezim pembunuh bayi-bayi karena kekejian mereka. Laporan terbaru dari organisasi Save the Children menyebutkan total 21.000 anak-anak terbunuh selama agresi tersebut. Anak-anak Gaza masih bermimpi tentang perdamaian meskipun kehilangan rumah, sekolah, dan rasa aman mereka.

Rezim Pembunuh Bayi-bayi

Save the Children membeberkan setidaknya 21.000 anak telah dipastikan tewas selama perang, meskipun jumlah korban sebenarnya kemungkinan lebih tinggi karena banyak yang masih terkubur di bawah reruntuhan. Dikatakan lebih dari 800.000 anak, sekitar 80 persen dari populasi anak-anak Gaza, telah mengungsi, sementara 625.000 anak usia sekolah di Gaza telah kehilangan tiga tahun pendidikan formal.

Kronologi Kekejaman Israel

Menandai hari ke-1.000 perang, lembaga internasional perlindungan anak tersebut mengatakan anak-anak terus bermimpi tentang perdamaian meskipun kehilangan rumah, sekolah, dan rasa aman mereka. “Setiap hari selama 1.000 hari terakhir, dunia telah mengecewakan satu juta anak di Gaza karena tidak campur tangan untuk menghentikan pembunuhan dan penganiayaan terhadap anak-anak,” kata Direktur Regional Save the Children untuk Timur Tengah, Afrika Utara, dan Eropa Timur, Ahmad Ahendawi.

Mengapa dan Dampak

Label buruk Israel sebagai rezim pembunuh para bayi pun semakin kuat di dunia. Di AS yang bahkan terdapat banyak warga Israel, mereka mulai dimusuhi warga AS lainnya dan dijuluki sebagai pembunuh bayi. Salah satu kasus adalah kasus penghinaan terhadap dua turis asal Israel di California. Pasangan pelancong tersebut langsung diteriaki warga AS sebagai “pembunuh bayi.” Keributan tersebut diduga terjadi pada Mei di Oceanpoint Ranch di Cambria, California.

Karyawan hotel memusuhi dua turis asal Israel karena genosida yang dilakukan Zionis di Gaza, melalui rekaman video yang beredar di media sosial. “Yang saya katakan hanyalah Palestina merdeka,” kata karyawan itu di awal video, yang tidak menunjukkan interaksi awal antara pekerja dan tamu. Wanita itu merespons dengan mengatakan kepada karyawan itu bahwa ia harus “benar-benar objektif” terhadap tamu hotel dan bahwa ia “seharusnya malu pada dirinya sendiri.”

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Kasus penghinaan terhadap dua turis asal Israel di California menunjukkan bahwa dunia tidak lagi mentolerir kekejaman Israel. Rezim Israel harus bertanggung jawab atas kekejian mereka dan harus ada upaya untuk menghentikan pembunuhan dan penganiayaan terhadap anak-anak di Gaza. Anak-anak Gaza masih bermimpi tentang perdamaian dan harapan untuk masa depan yang lebih baik.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnnindonesia.com/internasional/20260703193214-120-1376614/bunuh-21-ribu-anak-gaza-israel-makin-dicap-rezim-pembunuh-bayi, without altering the facts of the original article.

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *