Industri Game Lokal Ditargetkan Naik 4 Persen, Kemenekraf Siapkan Strategi
Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) menargetkan nilai industri game lokal dapat tumbuh sekitar 4 persen pada tahun ini dibandingkan 2025. Target ini diharapkan dapat tercapai melalui kerja sama dengan Coda, sebuah perusahaan yang memiliki infrastruktur untuk membantu pengembang game lokal menjangkau pasar yang lebih luas.
Industri Game Lokal Berpotensi Tumbuh
Direktur Gim Kementerian Ekonomi Kreatif, Luat Sihombing, menjelaskan bahwa target pertumbuhan 4 persen ini mengacu pada pertumbuhan nilai pasar game Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Berdasarkan riset bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Kementerian Komunikasi dan Digital, nilai pasar industri game di Indonesia telah mencapai lebih dari US$ 2 miliar atau sekitar Rp 34 triliun dalam setahun. Indonesia memiliki lebih dari 200 juta game aktif dan menjadi salah satu pasar terbesar di dunia.
Namun, kontribusi pengembang lokal terhadap industri tersebut masih relatif kecil. Kontribusi game lokal terhadap produk domestik bruto (PDB) berada di kisaran 0,17-0,34 persen, sementara hanya sekitar 2,5 persen dari total nilai pasar game nasional yang dinikmati pengembang lokal.
Kerja Sama dengan Coda
Kemenekraf berharap kerja sama dengan Coda dapat memperluas akses pasar bagi game developer dalam negeri. Luat mengatakan dampak kerja sama tersebut belum dapat dihitung secara kuantitatif karena masih berada pada tahap nota kesepahaman. Namun, dia menilai infrastruktur yang dimiliki Coda memiliki potensi untuk membantu pengembang game lokal menjangkau pasar yang lebih luas.
CEO Coda, Shane Happach, mengaku bahwa Indonesia strategis bagi perusahaannya. Saat ini, Indonesia menyumbang sekitar 20 persen dari total pendapatan global Coda. Melalui kolaborasi ini, Coda juga berkomitmen membawa infrastruktur komersialnya agar studio lokal di Indonesia bisa memaksimalkan tren monetisasi luar aplikasi yang kini melonjak hingga 38 persen di Asia Tenggara.
Apa Artinya Ini bagi Industri Game Lokal?
Dengan kerja sama ini, industri game lokal diharapkan dapat meningkatkan kontribusinya terhadap PDB dan meningkatkan ekspor game nasional. Berdasarkan data Niko Partners, industri game di Indonesia membukukan pendapatan lebih dari US$ 1,1 miliar pada 2025 dan diperkirakan meningkat menjadi US$ 1,5 miliar pada 2030. Prospek ini menjadi salah satu alasan penguatan kolaborasi antara pemerintah dan pelaku industri untuk memperbesar peluang game buatan Indonesia di pasar internasional.
Kemenekraf dan Coda diharapkan dapat bekerja sama untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas game lokal, sehingga dapat bersaing dengan game internasional. Dengan demikian, industri game lokal dapat tumbuh dan berkembang, serta memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap perekonomian Indonesia.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Meski telah ada kerja sama dengan Coda, masih banyak tantangan yang harus dihadapi oleh industri game lokal. Oleh karena itu, Kemenekraf dan pelaku industri harus terus bekerja sama untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas game lokal. Dengan kerja sama dan komitmen yang kuat, industri game lokal diharapkan dapat tumbuh dan berkembang, serta menjadi salah satu sektor yang dapat diandalkan dalam perekonomian Indonesia.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://tekno.tempo.co/read/2110632/kemenekraf-target-nilai-industri-game-lokal-naik-4-persen, without altering the facts of the original article.