Gelombang Panas Jerman: Dampak Politik dari Suhu Ekstrem
Gelombang panas yang melanda Jerman akhir pekan lalu telah mencapai titik tertinggi, dengan suhu melebihi 40 derajat Celsius (104 derajat Fahrenheit). Kondisi ini sangat mengancam jiwa, terutama bagi mereka yang tinggal di panti jompo dan rumah sakit yang minim atau tidak memiliki pendingin udara. Salah satu penyebabnya adalah karena Jerman tidak memiliki peraturan perlindungan panas nasional yang mewajibkan sistem pendingin di fasilitas tersebut.
Apa yang Terjadi
Infrastruktur juga terkena dampak, dengan kereta api dan trem tidak dapat beroperasi dan aspal di banyak jalan retak. Para ahli telah memberikan peringatan sejak lama. Menurut Andreas Becker, seorang ahli iklim di Layanan Cuaca Jerman, suhu di Jerman terus meningkat dan akan terus meningkat dalam beberapa tahun mendatang. Berdasarkan data dari Badan Lingkungan Federal, sekitar 50 hektar lahan diubah menjadi area perumahan, transportasi, dan komersial di Jerman setiap hari antara tahun 2021 dan 2024.
Artinya, setiap hari di Jerman, 70 lapangan sepak bola lahan alami menghilang. Penyegelan tanah mencegah air hujan meresap ke dalam tanah, menyebabkan banjir parah selama hujan lebat. Selain itu, permukaan yang disegel tidak dapat lagi memungkinkan air menguap, menyebabkan kota menjadi sangat panas dan menciptakan area perkotaan yang sangat panas.
Mengapa dan Dampak
Menurut Menteri Lingkungan Carsten Schneider dari Partai Sosial Demokrat (SPD) Jerman, tanggung jawab untuk beradaptasi dengan perubahan iklim ada pada negara bagian dan kota. “Misalnya, saya tidak dapat memberikan dukungan keuangan karena Hukum Dasar Jerman melarang saya melakukannya,” katanya. Namun, dia berjanji untuk membahas dengan mitra koalisi konservatif tentang kemungkinan mengubah Hukum Dasar sehingga pemerintah federal dapat memainkan peran yang lebih aktif dalam mengimplementasikan perubahan tersebut.
Namun, banyak ahli yang meragukan pemerintah dapat mencapai target pengurangan emisi gas rumah kaca sebesar 65% pada tahun 2030. Bahkan dengan kebijakan iklim yang kuat, dampak efek rumah kaca diperkirakan akan semakin intensif di Jerman dalam beberapa tahun mendatang. Pemerintah saat ini, yang dipimpin oleh Kanselir Friedrich Merz dari Partai Demokrat Kristen (CDU), kembali mengizinkan pemasangan sistem pemanas minyak dan gas baru.
Apa Artinya Ini bagi Jerman ke Depan?
Martin Kaiser, kepala Politik Iklim Internasional di Greenpeace Jerman, mengatakan bahwa banyak kota yang sudah sangat berhutang, sehingga dana khusus saja tidak cukup untuk menghilangkan permukaan beton yang menyerap panas, menciptakan ruang hijau yang menahan air, atau menanam pohon yang menyediakan naungan. Tindakan seperti itu memerlukan dukungan dan investasi publik jangka panjang dan tidak dapat dibiayai oleh investasi satu kali saja.
Greenpeace telah mengusulkan pajak lingkungan pada miliarder sebagai solusi; namun, tidak ada dukungan yang cukup untuk ini dalam koalisi pemerintah. Partai oposisi Jerman telah dengan cepat mengkritik pemerintah. Ketua Partai Kiri Sosialis, Ines Sch,
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Jerman masih memiliki jalan panjang untuk meningkatkan kesiapannya dalam menghadapi suhu ekstrem di masa depan. Dengan perubahan iklim yang terus meningkat, pemerintah harus lebih proaktif dalam mengimplementasikan kebijakan yang mendukung perlindungan lingkungan dan mengurangi emisi gas rumah kaca. Dukungan publik dan investasi jangka panjang juga sangat diperlukan untuk mengatasi dampak perubahan iklim yang semakin intensif.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://en.tempo.co/read/2111242/germanys-heat-wave-has-a-political-fallout, without altering the facts of the original article.