El Nino Moderat: Waspada Kekeringan Meluas, Pemerintah Siapkan Strategi
El Nino moderat telah memasuki fase yang lebih kuat, dengan laju kenaikan suhu permukaan laut di ekuator timur Samudra Pasifik mencapai 1,1 derajat Celsius per Minggu, 21 Juni lalu. Kondisi ini memicu peringatan dini kekeringan di sejumlah daerah di Indonesia, dengan beberapa kabupaten/kota di Provinsi Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, dan Papua Selatan berada dalam kategori Siaga kekeringan. Pemerintah pun menyiapkan strategi untuk menghadapi dampak El Nino yang diprediksi akan semakin parah.
Fenomena El Nino yang Meningkat
Peneliti di Pusat Riset Iklim dan Atmosfer, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Erma Yulihastin, mengungkapkan bahwa El Nino telah berubah dari fase lemah menjadi moderat. Berdasarkan pemodelan nilai rata-rata anomali suhu muka laut di ekuator timur Pasifik (Nino3.4) yang dibuat tiga bulanan oleh Badan Laut dan Atmosfer Nasional AS atau NOAA, lonjakan progresif El Nino diperkirakan masih akan berlanjut dan mencapai 2 derajat Celsius pada bulan depan.
Erma juga mengungkap fakta lain bahwa El Nino 2026 memiliki pola penjalaran panas ekstrem di sub-permukaan yang mirip 1997 dan struktur spasial yang mirip dengan 2015. Fakta-fakta itu bakal membuat El Nino tahun ini, yang diprediksi banyak model iklim bakal mencapai fase super, lebih parah daripada 2015 maupun 1997 lalu.
Dampak Kekeringan yang Meluas
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan bahwa nilai anomali suhu muka laut yang sama di region Nino3.4 adalah sebesar +1,61 derajat Celsius secara dasarian. Adapun secara bulanan sebesar +1,00 derajat. Peringatan dini kekeringan untuk periode dasarian ketiga bulan ini (20-30 Juni) diberikan BMKG untuk sejumlah daerah dengan dua kategori, Waspada dan Siaga.
Daerah-daerah yang diminta Waspada adalah beberapa kabupaten/kota di Provinsi Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, D.I Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan dan Maluku. Sedangkan yang harus Siaga kekeringan, menurut BMKG, adalah beberapa kabupaten/kota di Provinsi Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, dan Papua Selatan.
Mengapa El Nino Berdampak Besar?
El Nino memiliki dampak besar karena dapat mempengaruhi kondisi cuaca dan iklim di Indonesia. Kenaikan suhu permukaan laut di ekuator timur Samudra Pasifik dapat memicu kekeringan di sejumlah daerah, yang berdampak pada pertanian, kehutanan, dan kehidupan masyarakat. Oleh karena itu, pemerintah perlu menyiapkan strategi untuk menghadapi dampak El Nino yang diprediksi akan semakin parah.
Apa yang Akan Dilakukan Pemerintah?
Pemerintah telah menyiapkan strategi untuk menghadapi dampak El Nino, termasuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dan pemerintah dalam menghadapi kekeringan. Pemerintah juga akan melakukan upaya untuk mengurangi dampak kekeringan, seperti menyediakan bantuan air bersih dan meningkatkan efisiensi penggunaan air.
Dalam menghadapi El Nino moderat ini, masyarakat dan pemerintah harus bekerja sama untuk mengurangi dampak kekeringan dan meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi kondisi cuaca ekstrem. Dengan demikian, kita dapat mengurangi risiko dampak El Nino dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://tekno.tempo.co/read/2110651/el-nino-sudah-memasuki-fase-moderat-siaga-kekeringan, without altering the facts of the original article.