9 Juli 2026 Berita Utama 0 Views

Demo Dukung MBG: Kisah Haru Membangun Dapur dengan Duit Pribadi

Demo dukungan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) digelar di Jakarta Pusat pada Rabu, 8 Juli 2026. Massa aksi yang berasal dari Presidium Aliansi Rakyat Pendukung Masyarakat Bergizi Gratis menuntut kesejahteraan untuk para mitra MBG. Mereka juga mengungkapkan bahwa masih banyak dapur yang belum mendapatkan bayaran dari negara.

Tuntutan Kesejahteraan untuk Mitra MBG

Ketua Yayasan Aliansi Pemantau Badan Gizi Nasional, Hussein, menyatakan bahwa masih banyak dapur yang belum mendapatkan bayaran dari negara. “Kami mendanai dengan uang pribadi,” ujar Hussein di sela-sela demonstrasi. Menurut Hussein, ada puluhan ribu titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPPG yang dibiayai secara mandiri.

Herwil Junaidi Harefa dari Asosiasi Pangan Gizi Indonesia untuk Wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (APGI 3T), mengaku sudah menghabiskan uang pribadinya untuk menjalakan dapur MBG bersama relawan. APGI 3T adalah organisasi nirlaba yang berperan sebagai penghubung strategis antara pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPPG. Herwil menuturkan pihaknya juga sudah memiliki surat keputusan, namun negara belum terlibat.

Kerugian Finansial yang Dialami

Herwil mengaku sudah menghabiskan Rp 1,5-2 miliar dalam mengelola dapur ini namun tidak ada bantuan dari negara. Bahkan banyak yang ditagih oleh perbankan. “Dari Oktober-Desember 2025 harusnya sudah berjalan, tapi delapan bulan dapur kami terbengkalai, kami sudah ditagih-tagih perbankan dan rentenir,” ucap Herwil.

Apa Artinya Ini bagi Program MBG?

Demo ini menunjukkan bahwa ada masalah serius dalam pelaksanaan program MBG. Banyak mitra yang belum mendapatkan bayaran dan harus menggunakan uang pribadi untuk membiayai dapur. Ini tentu berdampak pada keberlanjutan program dan kepercayaan masyarakat.

Kondisi ini juga menunjukkan bahwa perlu ada evaluasi dan perbaikan dalam pelaksanaan program MBG. Pemerintah harus memperhatikan kesejahteraan mitra dan memastikan bahwa program ini berjalan dengan efektif dan efisien.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Demo ini hanya awal dari perjuangan para mitra MBG. Mereka masih harus menunggu respons dari pemerintah dan BGN. Apakah tuntutan mereka akan dikabulkan? Hanya waktu yang akan menjawab.

Namun, yang jelas adalah bahwa program MBG harus dijalankan dengan baik dan efektif. Pemerintah harus memperhatikan kesejahteraan mitra dan memastikan bahwa program ini berjalan dengan efektif dan efisien.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://metro.tempo.co/read/2112654/cerita-demo-dukung-mbg-bangun-dapur-pakai-duit-pribadi, without altering the facts of the original article.

Tags:

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *