30 Juni 2026 Teknologi 0 Views

BRIN Sukses Uji Coba Drone, ALAP-ALAP hingga Trinity F90+ Tembus Rekor Penerbangan

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sukses menggelar uji terbang sistem pesawat udara nirawak (PUNA) atau drone di Lanud Saleh Basareh, Rumpin, Kabupaten Bogor, pada 23-26 Juni 2026. Uji terbang ini bertujuan untuk memperkuat ekosistem riset, inovasi teknologi, dan industri penerbangan nasional. Dalam uji terbang tersebut, BRIN menguji berbagai wahana hasil pengembangan internal dan kolaborasi nasional, termasuk pesawat sayap tetap, kemampuan lepas landas dan pendaratan vertical take-off and landing (VTOL), dan multirotor. Salah satu wahana yang diuji adalah Trinity F90+, yang mampu memetakan hingga 500 hektare dalam satu misi dengan waktu terbang hampir satu jam.

Uji Terbang yang Sukses

Uji terbang ini melibatkan beberapa wahana udara nirawak, termasuk ALAP-ALAP KX-0601, NIU-V7, LSU-02 VTOL, Kresna, Skywalker, dan Trinity F90+. ALAP-ALAP KX-0601 dan NIU-V7 dirancang untuk survei dan pemetaan, dengan jangkauan hingga 100 kilometer, ketahanan terbang enam jam, serta berat lepas landas maksimum 30 kilogram. LSU-02 VTOL mampu lepas landas dan mendarat vertikal dengan efisiensi jelajah pesawat sayap tetap, dengan bentang sayap 3,3 meter dan berat maksimum 22 kilogram.

Momen Penentu di Uji Terbang

Kegiatan uji terbang ini tidak hanya memvalidasi kinerja teknologi, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran dan pertukaran pengetahuan antar-pemangku kepentingan. Kepala Pusat Riset Teknologi Penerbangan BRIN, Fadilah Hasim, mengatakan bahwa uji terbang ini menguji kesiapan seluruh sistem pesawat udara nirawak, mulai dari wahana, sistem kendali terbang, sistem komunikasi data, hingga stasiun kendali bumi. Kegiatan ini juga memberi kesempatan pemangku kepentingan memahami perkembangan sistem PUNA untuk menjawab kebutuhan nasional di berbagai sektor.

Apa Artinya Ini bagi BRIN ke Depan?

Uji terbang ini memiliki dampak signifikan bagi BRIN dan industri penerbangan nasional. Dengan kesuksesan uji terbang ini, BRIN dapat meningkatkan kepercayaan diri dalam mengembangkan teknologi PUNA yang lebih canggih dan efisien. Selain itu, uji terbang ini juga membuka peluang kerja sama dengan pihak lain, baik dalam negeri maupun internasional, untuk mengembangkan teknologi PUNA yang lebih maju. Dalam jangka panjang, teknologi PUNA ini dapat digunakan untuk berbagai aplikasi, seperti survei dan pemetaan, pemantauan lingkungan, dan pertahanan.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Meski uji terbang ini sukses, BRIN masih memiliki jalan panjang untuk mengembangkan teknologi PUNA yang lebih canggih dan efisien. BRIN harus terus melakukan riset dan pengembangan untuk meningkatkan kinerja teknologi PUNA, serta meningkatkan kerja sama dengan pihak lain untuk mengembangkan teknologi ini. Dengan demikian, BRIN dapat memainkan peran yang lebih signifikan dalam industri penerbangan nasional dan internasional.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://tekno.tempo.co/read/2110888/brin-uji-terbang-drone-dari-alap-alap-hingga-trinity-f90, without altering the facts of the original article.

Tags:

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *