4 Juli 2026 Ekonomi 0 Views

BP Tapera Bakal Jalin Kerja Sama KPR Subsidi dengan Ormas, Apa Tujuannya

BP Tapera berencana menjalin kerja sama dengan organisasi masyarakat (ormas) keagamaan, seperti Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU), untuk memperluas akses program kredit pemilikan rumah (KPR) subsidi. Program ini bertujuan membantu Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) untuk memiliki hunian pertama. Kerja sama ini diharapkan dapat memudahkan proses sosialisasi dan prioritas analisis perbankan bagi anggota ormas tersebut.

Kerja Sama dengan Gojek dan Rencana dengan Ormas

Sebelumnya, BP Tapera telah menandatangani perjanjian kerja sama dengan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. untuk memberikan akses KPR subsidi bagi pengemudi ojek online (ojol) dengan skema tanpa uang muka atau down payment (DP). Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk membantu pekerja sektor informal yang menghadapi tantangan dalam mengakses pembiayaan perumahan.

Deputi Komisioner bidang Pemanfaatan Dana Tapera, Sid Herdi Kusuma, mengungkapkan bahwa BP Tapera sedang melakukan pembicaraan dengan ormas keagamaan untuk memperluas akses program KPR subsidi. “Kami juga sedang lakukan pembicaraan dengan organisasi masyarakat keagamaan, Muhammadiyah dan NU. Kami ingin bahwa program ini juga available buat mereka,” ucap Sid.

Tujuan dan Dampak Program

Program KPR subsidi ini bertujuan membantu MBR untuk memiliki hunian pertama. Dengan kerja sama ini, BP Tapera berharap dapat meningkatkan aksesibilitas program bagi masyarakat yang membutuhkan. “Nanti diharapkan program sosialisasi dan juga prioritas, analisa perbankannya, akan jauh lebih mudah buat para anggota ormas tersebut,” ungkap Sid.

Pemerintah telah menyiapkan kuota dana Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sebanyak 350 ribu unit rumah pada 2026. Dari total kuota itu, BP Tapera meminta 15 persen disalurkan untuk pekerja informal dan sudah disepakati oleh para bank penyalur. Untuk sektor informal, BP Tapera juga menyasar pekerja logistik selain pengemudi Gojek.

Penyaluran FLPP dan Target

Sampai 2 Juli 2026, BP Tapera telah merealisasikan penyaluran FLPP sebanyak 93.339 unit rumah dengan nilai pembiayaan mencapai Rp 11,60 triliun. Dari jumlah tersebut, penerima manfaat terbesar atau sekitar 65,49 persen berasal dari kelompok pekerja swasta sebanyak 61.126 unit. Diikuti oleh kelompok wiraswasta sebanyak 15.890 unit atau 17,02 persen dan Pegawai Negeri Sipil (PNS) sebanyak 7.643 unit yakni 8,19 persen, serta TNI/Polri 1.394 unit dengan porsi 1,49 persen dari total penyaluran.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Dengan rencana kerja sama ini, BP Tapera diharapkan dapat meningkatkan aksesibilitas program KPR subsidi bagi masyarakat yang membutuhkan. Namun, masih banyak tantangan yang harus dihadapi dalam pelaksanaan program ini. Oleh karena itu, kerja sama dengan ormas keagamaan dan sektor lain diharapkan dapat membantu meningkatkan efektivitas program dan mencapai target yang telah ditetapkan.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://bisnis.tempo.co/read/2111728/bp-tapera-jajaki-rencana-kerja-sama-kpr-subsidi-dengan-ormas, without altering the facts of the original article.

Tags:

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *