9 Juli 2026 Daerah 0 Views

Batik Karya Disabilitas Mental di Jabar Naik Kelas, Baznas Turut Andil

Batik Karya Disabilitas Mental di Jabar Naik Kelas, Baznas Turut Andil

Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) melalui Program Kelompok Disabilitas Berdaya berhasil mengembangkan usaha Batik Ciprat dengan memberdayakan warga binaan penyandang disabilitas mental atau orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di Yayasan Antara Graha Berdaya, Desa Tambakbaya, Kecamatan Garawangi, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Produk unggulan yang menjadi fokus pemberdayaan tersebut adalah Batik Ciprat. Kain batik khas itu diproduksi langsung oleh para penyandang disabilitas mental yang tengah menjalani proses pemulihan sekaligus pelatihan kemandirian di yayasan.

Proses Pemberdayaan dan Bantuan Modal Usaha

Melalui kegiatan tersebut, para peserta tidak hanya memperoleh keterampilan dan penghasilan, tetapi juga membangun kembali rasa percaya diri serta kemampuan bersosialisasi sebagai bagian dari proses pemulihan. Untuk memastikan program berjalan optimal, Pimpinan Baznas RI Bidang Organisasi, Kelembagaan, dan Pembinaan Daerah, Saidah Sakwan, bersama Pimpinan Baznas RI Bidang Mobilisasi dan Pengumpulan, Rizaludin Kurniawan, melakukan kunjungan monitoring dan evaluasi terhadap bantuan modal usaha senilai Rp50 juta yang telah disalurkan Baznas RI untuk pengembangan usaha Batik Ciprat di yayasan tersebut.

Pimpinan Baznas Bidang Organisasi, Kelembagaan, dan Pembinaan Daerah, Saidah Sakwan, mengapresiasi konsistensi Yayasan Antara Graha Berdaya dalam mendampingi para penyandang disabilitas mental hingga mampu mengikuti kegiatan produktif secara berkelanjutan. Menurutnya, pendampingan yang tepat menjadi kunci agar para peserta dapat hidup lebih mandiri.

Mengapa Program Ini Penting?

Ia menegaskan, Baznas berkomitmen terus mengawal program pemberdayaan tersebut. Menurutnya, pelatihan keterampilan dan pengembangan usaha produktif merupakan wujud pemanfaatan dana zakat yang tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan dasar mustahik, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan mereka dalam jangka panjang. Saidah berharap sinergi antara pemerintah, Baznas, dan masyarakat terus diperkuat agar program pemberdayaan bagi kelompok rentan dapat berjalan secara berkelanjutan.

Dukungan terhadap program tersebut juga datang dari Kepala Desa Tambakbaya, Lukman Mulyadi. Ia menilai perhatian Baznas tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga berdampak positif terhadap kondisi psikologis para warga binaan.

Dampak bagi Masyarakat dan Ekonomi Lokal

Ia mengatakan, selama ini Yayasan Antara Graha Berdaya bertahan berkat semangat gotong royong dan kepedulian berbagai pihak. Karena itu, bantuan modal usaha dari Baznas menjadi dukungan semangat sekaligus penguat bagi keberlangsungan program pemberdayaan. “Kami sangat berterima kasih kepada Baznas RI dan Baznas Kabupaten Kuningan atas kepedulian nyata melalui bantuan modal usaha ini. Ini membuktikan bahwa kelompok disabilitas juga mampu berdaya jika diberikan kesempatan,” ucapnya.

Dengan demikian, program Batik Ciprat tidak hanya memberikan manfaat ekonomi bagi para penyandang disabilitas mental, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan mereka dalam jangka panjang. Program ini juga menjadi contoh bahwa dengan pendampingan yang tepat, kelompok rentan dapat hidup lebih mandiri dan berdaya.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Ke depan, Baznas akan terus mengawal program pemberdayaan tersebut dan memperkuat Kelompok Disabilitas Berdaya di Yayasan Antara Graha Berdaya. Dengan sinergi antara pemerintah, Baznas, dan masyarakat, diharapkan program pemberdayaan bagi kelompok rentan dapat berjalan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://mediaindonesia.com/ekonomi/909078/baznas-kembangkan-usaha-batik-milik-kelompok-disabilitas-mental-di-jabar, without altering the facts of the original article.

Tags:

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *