8 Juli 2026 Nasional 0 Views

Bantuan untuk Aceh Tamiang: UGM dan Kagama Serahkan 26 Hunian Sementara

Universitas Gadjah Mada (UGM) bersama Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama) menyerahkan 26 unit hunian sementara (huntara) kepada korban banjir bandang di Kampung Sekumur, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, Ahad, 5 Juli 2026. Bantuan ini diprioritaskan untuk warga di kawasan yang mengalami kerusakan paling parah akibat banjir dan hujan ekstrem pada November lalu. Sebelum huntara berdiri, warga Kampung Sekumur selama berbulan-bulan terpaksa tinggal di tenda-tenda pengungsian. Sebagian dari mereka harus bertahan di tengah cuaca panas dan hujan karena rumahnya hancur diterjang banjir bandang.

Latar Belakang Bantuan

Kampung Sekumur dipilih sebagai lokasi prioritas setelah UGM dan Kagama Aceh melakukan pemetaan daerah terdampak. Menurut Rektor UGM Ova Emilia, kawasan itu menjadi salah satu wilayah yang paling sulit dijangkau sekaligus mengalami kerusakan paling berat. “Daerah ini yang terdampak paling parah sehingga memerlukan bantuan dan sulit dijangkau. Karena itu kami memfokuskan bantuan di sini. Ini keputusan bersama dengan Kagama Aceh setelah melakukan analisis daerah mana yang perlu diprioritaskan,” kata Ova seusai serah terima huntara, Ahad, 5 Juli 2026.

Detail Bantuan dan Dampaknya

Sebanyak 26 unit huntara dibangun untuk menampung warga yang kehilangan tempat tinggal. Menariknya, sebagian material bangunan berasal dari kayu-kayu yang hanyut terbawa banjir dan kemudian dimanfaatkan kembali untuk pembangunan rumah sementara tersebut. Bagi para penyintas, kehadiran huntara menjadi titik balik setelah berbulan-bulan hidup di pengungsian. Sariyah, 60 tahun, mengaku kini dapat tidur lebih nyaman setelah sebelumnya tinggal di tenda darurat. “Kami bersyukur sekali. Dulu kami masih di tenda. Sekarang sudah dapat rumah ini, rasanya bisa tidur nyenyak, tidak kepanasan dan tidak kena hujan lagi,” ujarnya.

Warga lainnya, Mardiah, 40 tahun, juga menyampaikan rasa syukur karena kini memiliki tempat tinggal yang lebih layak. Perkebunan sawit miliknya hancur akibat banjir sehingga keluarga mereka kehilangan sumber penghasilan. “Senang sekali, rasanya sudah terbantu karena sekarang ada tempat tinggal. Dulu kami menunggu di tenda, sekarang sudah ada rumah,” ujarnya.

Mengapa dan Dampak

Bantuan huntara ini merupakan hasil gotong royong jaringan alumni UGM dari berbagai daerah. Selain membangun rumah sementara, Kagama juga membantu perbaikan sekolah dan penyediaan perlengkapan pendidikan di sejumlah titik di Aceh Tamiang dan Aceh Timur. Menurut Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat Kagama, Nezar Patria, pembangunan huntara ini menjadi salah satu upaya untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana. “Kami membangun 26 unit hunian sementara. Selain itu ada perbaikan sekolah dan bantuan perlengkapan sekolah di beberapa lokasi,” kata Nezar.

Bantuan ini juga diharapkan dapat menjadi momentum bagi masyarakat untuk bangkit dan mempercepat pemulihan pascabencana. Bupati Aceh Tamiang meminta warga merawat fasilitas yang telah diberikan. Menurut dia, bantuan tersebut harus menjadi titik balik bagi masyarakat untuk kembali membangun dan memulihkan daerahnya.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

UGM menyatakan pendampingan terhadap masyarakat Aceh Tamiang akan terus dilakukan. Ova mengatakan kampusnya berencana mengirim mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik untuk membantu merancang solusi pembangunan yang lebih berkelanjutan. “Kami berkomitmen untuk terus mendampingi masyarakat Aceh Tamiang dalam upaya pemulihan dan pembangunan kembali daerahnya,” kata Ova.

Kehadiran huntara ini memang menjadi titik balik bagi warga Kampung Sekumur. Namun, jalan panjang pemulihan masih harus ditempuh. Masyarakat masih membutuhkan dukungan dan bantuan untuk kembali membangun dan memulihkan daerahnya. Dengan komitmen dan kerja sama yang kuat, diharapkan Aceh Tamiang dapat kembali pulih dan bangkit dari keterpurukan.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://tekno.tempo.co/read/2112077/ugm-dan-kagama-serahkan-26-hunian-sementara-di-aceh-tamiang, without altering the facts of the original article.

Tags:

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *