Apkesmi Luncurkan Program Puskesmas SEDIA, Langkah Konkret Atasi Anemia dan Stunting
Apkesmi meluncurkan program Puskesmas SEDIA, sebuah langkah konkret untuk mengatasi anemia dan stunting di Indonesia. Program ini bertujuan memperkuat peran puskesmas dalam melakukan skrining, edukasi, dan intervensi secara terstruktur untuk mencegah anemia dan stunting sejak dini. Ketua Umum DPP Apkesmi, Kusnadi, menjelaskan bahwa program ini sangat penting mengingat angka anemia di Indonesia masih tinggi, yakni 23%, dan stunting masih menjadi masalah serius dengan prevalensi 19,8%.
Apa yang Terjadi?
Apkesmi meluncurkan program Puskesmas Siap SEDIA (Skrining, Edukasi, Intervensi Aksi Cegah Anemia dan Stunting) di Puskesmas Kampung Sawah, Ciputat, Tangerang Selatan. Program ini didukung oleh Danone Indonesia dan bertujuan memperkuat kesiapan layanan kesehatan primer dalam mencegah anemia dan stunting pada ibu dan anak. Melalui program ini, puskesmas akan melakukan skrining menggunakan standar antropometri dan kalkulator zat besi untuk mengidentifikasi risiko anemia dan gangguan pertumbuhan pada anak.
Program Puskesmas SEDIA menerapkan pendekatan terintegrasi melalui tiga tahapan utama, yaitu skrining, edukasi, dan intervensi. Tahap skrining dilakukan menggunakan standar antropometri dan kalkulator zat besi untuk membantu tenaga kesehatan mengidentifikasi risiko anemia dan gangguan pertumbuhan pada anak. Tahap edukasi dilakukan menggunakan Flipchart SEDIA yang berisi panduan mengenai gizi seimbang, pentingnya pemenuhan zat besi, serta pola makan sehat bagi ibu dan anak. Tahap intervensi disesuaikan berdasarkan hasil skrining dan rekomendasi tenaga kesehatan sehingga penanganan dapat disesuaikan dengan kebutuhan setiap anak.
Mengapa dan Dampak
Anemia dan stunting masih menjadi masalah serius di Indonesia. Anemia defisiensi besi (ADB) pada anak dapat mengganggu perkembangan otak dan fungsi kognitif, seperti konsentrasi, perhatian, serta daya ingat yang berpengaruh terhadap kemampuan belajar dan tumbuh kembang anak dalam jangka panjang. Oleh karena itu, program Puskesmas SEDIA sangat penting untuk memperkuat peran puskesmas dalam melakukan skrining, edukasi, dan intervensi secara terstruktur untuk mencegah anemia dan stunting sejak dini.
Medical and Scientific Affairs Director Danone Specialized Nutrition Indonesia, Ray Wagiu Basrowi, menambahkan bahwa upaya pencegahan stunting dan ADB perlu didukung oleh pendekatan berbasis bukti ilmiah agar intervensi yang dilakukan lebih tepat sasaran dan berkelanjutan. Pihaknya akan mendukung program tersebut melalui aspek skrining sebagai bagian dari upaya penguatan deteksi dini anemia dan stunting di layanan kesehatan primer.
Apa Artinya Ini bagi Indonesia?
Program Puskesmas SEDIA diharapkan dapat menjadi upaya strategis penguatan kapasitas layanan primer agar pencegahan Anemia Defisiensi Besi (ADB) dan stunting dapat dilakukan lebih cepat, tepat, dan berkelanjutan. Dengan demikian, Indonesia dapat mengurangi angka anemia dan stunting yang masih tinggi dan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. Program ini juga diharapkan dapat menjadi contoh bagi program-program lain yang bertujuan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.
Kedepannya, program ini diharapkan dapat diimplementasikan di lebih banyak puskesmas di Indonesia, sehingga dapat meningkatkan cakupan layanan kesehatan primer dan mengurangi angka anemia dan stunting di Indonesia. Dengan kerja sama antara Apkesmi, Danone Indonesia, dan pemerintah, program Puskesmas SEDIA diharapkan dapat menjadi solusi efektif untuk mengatasi anemia dan stunting di Indonesia.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://mediaindonesia.com/humaniora/906164/apkesmi-perkuat-penanganan-anemia-lewat-dan-stunting-lewat-program-puskesmas-sedia, without altering the facts of the original article.