8 Juli 2026 Teknologi 0 Views

Stanford Ciptakan AI Penghasil Burger Super, 2.000 Resep Dijadikan Referensi

Ilmuwan dari Stanford University, Amerika Serikat, telah menciptakan sebuah alat akal imitasi (AI) terbaru bernama BurgerAI. Teknologi ini mampu meracik resep burger yang dirancang berdasarkan usia, selera, kebutuhan nutrisi, dan kondisi kesehatan seseorang. Pengembangan alat AI untuk mendesain makanan ini dipimpin oleh profesor teknik mesin di School of Engineering yang juga Direktur Stanford Bio-X, Ellen Kuhl. BurgerAI menjadi contoh nyata bagaimana AI dapat digunakan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan bermanfaat.

Proses Pembuatan BurgerAI

Tim peneliti melatih model BurgerAI menggunakan basis data yang mencakup 2.216 resep burger dari platform Food.com. Dari data tersebut, AI mendeteksi bahan yang kemudian dikelompokkan ke dalam tujuh rumpun utama, yakni protein, sayuran, rempah-rempah, biji-bijian, saus, produk susu, serta kacang-kacangan. Melalui pola pembelajaran bertenaga AI generatif, sistem ini merancang resep baru dari nol. Formulasi resep ini dikalibrasi secara personal berdasarkan profil kecocokan rasa dan tekstur manusia, yang disesuaikan dengan faktor usia, jenis kelamin, dan tingkat aktivitas fisik konsumen.

Mengapa BurgerAI Penting?

Kehadiran BurgerAI menunjukkan bahwa AI dapat digunakan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan bermanfaat, bukan hanya memprediksi apa yang sudah ada. Dengan kemampuan untuk merancang resep burger yang sesuai dengan kebutuhan individu, BurgerAI memiliki potensi untuk membantu orang-orang membuat pilihan makanan yang lebih sehat dan sesuai dengan preferensi mereka. Selain itu, pengembangan BurgerAI juga membuka peluang untuk penerapan AI dalam bidang lain, seperti penemuan ilmiah dan teknik.

Dampak BurgerAI ke Depan

Kedepannya, BurgerAI dapat menjadi contoh bagi pengembangan AI dalam bidang kuliner dan kesehatan. Dengan kemampuan untuk menganalisis data dan menciptakan resep yang sesuai, BurgerAI dapat membantu orang-orang membuat pilihan makanan yang lebih sehat dan sesuai dengan kebutuhan mereka. Selain itu, pengembangan BurgerAI juga dapat membuka peluang untuk penerapan AI dalam bidang lain, seperti penemuan ilmiah dan teknik.

Ellen Kuhl, profesor teknik mesin di School of Engineering, menyatakan bahwa “Burger hanyalah permulaan. Kami melihat visi yang jauh lebih besar, AI sebagai mitra dalam penemuan ilmiah dan teknik.” Dengan demikian, BurgerAI menjadi langkah awal dalam pengembangan AI yang lebih luas dan bermanfaat.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://tekno.tempo.co/read/2112146/alat-ai-stanford-racik-burger-dari-2-000-resep, without altering the facts of the original article.

Tags:

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *