7 Juli 2026 Hiburan 0 Views

40 Tahun Indra Lesmana Menggebrak Sydney dengan Konser Reunion yang Mengesankan

Indra Lesmana kembali menggebrak Sydney dengan konser reuni yang mengesankan pada Selasa malam, 30 Juni 2026, di DeHeng House, Kemang. Konser Indra Lesmana Sydney Reunion membuktikan bahwa jarak dan waktu tidak pernah bisa melunturkan “spirit” bermusik. Indra Lesmana berdiri berdampingan dengan para maestro Australia: Dale Barlow, Steve Hunter, dan Andy Gander.

Momen Penentu di Atas Panggung

Konser dibuka oleh Alonzo Brata, seorang penyanyi jazz muda yang tampil cukup mencuri perhatian dengan lagu orisinalnya tentang sang Ibunda, yakni Mariam Kartikatresni, Chairperson Indonesia Australia Business Council. Setelah beberapa sambutan formal, giliran menu utama yang disajikan. Dibuka dengan komposisi bertajuk Fairlight, grup ini langsung mengguncang DeHeng House. Malam itu, ruang konser berkapasitas sekitar 400-an orang tersebut memang tidak terisi penuh. Walau demikian, atmosfer yang ditawarkan terus membawa penonton dalam suasana musikal yang sangat atraktif.

Di atas panggung, mereka tidak hanya egois memainkan part masing-masing, melainkan aktif saling berkomunikasi dan melempar impresi lewat instrumen. Berturut-turut mengalir karya-karya mumpuni seperti View From a Canoe, A Time for Everything, Prism, hingga Cloud of Thoughts. Semua nomor ini merupakan materi yang mereka rekam bersama dalam album Indra Lesmana Sydney Reunion pada tahun 2024 lalu. Total ada 10 karya yang dibawakan malam itu, termasuk sebuah komposisi unik berjudul Pelogic – sebuah eksplorasi jazz memukau yang dimainkan dalam tangga nada tradisional pelog.

Tiga Fakta yang Bikin Laga Ini Berbeda

Penonton bisa melihat bagaimana jari jemari Indra Lesmana demikian gesit bergantian dari grand acoustic piano dan synthesizer Nord nya, lalu Steve Hunter yang permainan bassnya mengingatkan publik pada Jaco Pastorius, serta hentakan drum Andy Gander yang mengawal ketat ritme namun juga memberikan ruang lebih leluasa berekspresi bagi instrumen lainnya. Serta tiupan saxophone dan flute Dale Barlow yang seakan menetralkan hingar bingar rhythm section pada malam itu.

Kisah di balik instrumen juga menjadi bagian yang tak kalah menarik. Salah satunya saat Dale Barlow (saksofon/flute) berterus terang di mikrofon bahwa flute yang ia gunakan malam itu agak rusak pada bagian salah satu valve – nya, sehingga tidak bisa menjangkau nada tinggi. Menanggapi hal itu dengan santai, Indra Lesmana justru berseloroh, “Baiklah, kita mainkan lagu berikut dengan flute yang rusak.” Uniknya, pada versi rekaman asli, lagu tersebut sama sekali tidak menggunakan instrumen flute. Spontanitas inilah yang membuat pertunjukan langsung menjadi begitu mahal.

Apa Artinya Ini bagi Indra Lesmana?

Konser Indra Lesmana Sydney Reunion ini bukan hanya sebuah pertunjukan musik biasa, melainkan sebuah reuni emosional bagi pencinta jazz tanah air. Kilas balik ke masa remaja Indra Lesmana, sang ayah, legenda jazz Jack Lesmana, yang memboyongnya ke Australia untuk menimba ilmu. Di Sydney-lah Indra remaja berusia 15 tahun saat itu bertemu dengan musisi-musisi lokal bertalenta, berkolaborasi, hingga menelurkan beberapa album rekaman monumental. Kini, lebih dari 40 tahun kemudian, mereka kembali berkumpul di bawah satu lampu sorot yang sama.

“Spirit-nya masih tetap sama,” ungkap Indra Lesmana hangat dalam pengantarnya di atas panggung, disambut tepuk tangan riuh penonton. Rekaman dan reuni ini menjadi bukti sahih bahwa chemistry mereka tidak pernah menua.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Kedekatan dan kerjasama antara Indra Lesmana dengan para maestro Australia ini merupakan bukti nyata bahwa musik dapat menjadi bahasa universal yang mempersatukan orang-orang dari berbagai latar belakang. Konser Indra Lesmana Sydney Reunion ini merupakan sebuah kenangan yang tak terlupakan bagi semua yang hadir. Dengan chemistry yang masih kuat, Indra Lesmana dan rekan-rekannya siap untuk terus berkarya dan menghibur penonton di masa depan.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://wartajazz.com/news/2026/07/01/mengulang-memorabilia-40-tahun-silam-catatan-dari-konser-indra-lesmana-sydney-reunion-di-deheng-house/, without altering the facts of the original article.

Tags:

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *