4 Juli 2026 Bisnis 0 Views

Elnusa Petrofin Dukung B50 Nasional, Penyaluran Biosolar Industri Dimulai

PT Elnusa Petrofin (EPN), anak perusahaan PT Elnusa Tbk. (ELSA) yang tergabung dalam Subholding Upstream Pertamina, memulai penyaluran perdana Biosolar Industri B50 dari Fuel Terminal Indonesia Bulk Terminal (IBT) Pulau Laut, Kalimantan Selatan, kepada sektor industri. Langkah ini merupakan bagian dari dukungan Pertamina Group dalam implementasi program mandatori B50 nasional. Program ini bertujuan untuk meningkatkan pemanfaatan bahan bakar nabati (biofuel) di Indonesia dan memperkuat ketahanan energi berbasis sumber daya domestik. B50 sendiri merupakan campuran bahan bakar nabati sebesar 50 persen dengan bahan bakar minyak.

Momen Penentu dalam Transisi Energi

Penyaluran perdana Biosolar Industri B50 oleh Elnusa Petrofin dilakukan pada 2 Juli 2026 kepada kapal OB Ocean Brave untuk pelanggan VHS Patra Logistik. Sebelumnya, penerimaan perdana FAME spesifikasi B50 dilaksanakan melalui kapal MT Ocean Link pada 1 Juli 2026. Proses penyaluran ini merupakan tindak lanjut atas Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 257.K/EK.01/MEM.E/2026 tanggal 17 Juni 2026 tentang Kewajiban Pencampuran Bahan Bakar Nabati Jenis Biodiesel dengan Bahan Bakar Minyak berupa Minyak Solar sebesar 50 persen (B50) dalam kerangka pembiayaan oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP).

Apa Artinya Ini bagi Elnusa Petrofin dan Industri?

Implementasi penyaluran perdana B50 untuk sektor industri merupakan wujud kolaborasi Pertamina Group dalam mendukung agenda strategis pemerintah menuju kemandirian dan transisi energi nasional yang berkelanjutan. Menurut Direktur Utama PT Elnusa Petrofin, Doni Indrawan, keberhasilan ini menunjukkan kesiapan infrastruktur dan kapabilitas operasional yang dikelola oleh Elnusa Petrofin dalam mendukung berbagai inisiatif strategis Pertamina. Termasuk agenda transisi energi dan dekarbonisasi yang terus diperkuat oleh perusahaan.

“Elnusa Petrofin bangga dapat menjadi bagian dari ekosistem Pertamina Group dalam mendukung penyaluran perdana Biosolar Industri B50, khususnya bagi sektor pertambangan yang memiliki peran penting dalam perekonomian nasional. Ini merupakan bentuk kontribusi kami dalam memastikan transformasi energi dapat berjalan secara andal, aman, dan berkelanjutan,” ujar Doni.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Sebagai salah satu fasilitas strategis dalam rantai pasok energi nasional, Fuel Terminal IBT Pulau Laut yang dikelola oleh Elnusa Petrofin menjadi salah satu terminal yang menerima pasokan Fatty Acid Methyl Ester (FAME) dan solar murni. Selanjutnya, kedua bahan bakar tersebut menjalani proses pencampuran (blending) sebelum disalurkan kepada pelanggan industri, khususnya sektor pertambangan yang menjadi salah satu tulang punggung ekonomi nasional. Ke depan, Elnusa Petrofin berkomitmen untuk terus menghadirkan operational excellence dan aspek health, safety, security, and environment (HSSE) yang unggul dalam setiap aktivitas operasional.

Dukungan teknologi, kompetensi sumber daya manusia, dan tata kelola operasional yang terintegrasi menjadi fondasi utama perusahaan dalam memastikan distribusi energi masa depan dapat berjalan secara efisien dan memenuhi standar kualitas terbaik. Dengan langkah ini, Elnusa Petrofin berperan penting dalam mendukung kebijakan energi nasional dan memperkuat posisi Indonesia dalam transisi menuju energi yang lebih berkelanjutan.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://bisnis.tempo.co/read/2111783/elnusa-petrofin-dukung-implementasi-b50-nasional-lewat-penyaluran-perdana-biosolar-industri, without altering the facts of the original article.

Tags:

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *