IHSG Naik tapi Asing Masih “Malas” Masuk, Pengamat Ungkap Sebabnya
Index Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil ditutup menguat pada perdagangan Kamis (2/7), namun investor asing masih terlihat “malas” masuk ke pasar saham Indonesia. Berdasarkan data RTI Business, investor asing membukukan jual bersih (net sell) sebesar Rp237,87 miliar di seluruh pasar pada penutupan perdagangan tersebut. Kenaikan IHSG yang lebih banyak ditopang oleh investor domestik ini mencapai level 5.744, menguat 49,43 poin atau naik 0,87 persen dari perdagangan sebelumnya.
Investor Asing Masih “Malas” Masuk
Analis mata uang sekaligus pasar keuangan DOO Financial Futures Lukman Leong menilai bahwa investor asing masih memilih bersikap hati-hati terhadap pasar saham Indonesia. Menurutnya, kenaikan IHSG lebih banyak ditopang oleh investor domestik yang masih mendominasi aktivitas transaksi di bursa sekitar 79,5 persen. “Saya kira masih terjadi tarik ulur. Asing masih malas, enggan masuk. Masih didukung oleh investor domestik saja,” ujar Lukman.
Apa yang Membuat Investor Asing “Malas”?
Lukman menjelaskan bahwa investor global saat ini masih melihat lebih banyak peluang pertumbuhan di luar Indonesia, terutama pada sektor teknologi seperti kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). Ia mencontohkan geliat investasi di perusahaan teknologi global, termasuk SpaceX, yang dinilai berhasil menarik dana dalam jumlah besar, termasuk dari investor yang sebelumnya berinvestasi di Indonesia. “Untuk asing, banyak sekali opportunity growth seperti AI booming. SpaceX kemarin menarik beberapa dana besar, termasuk dana dari asing yang sebelumnya ada di Indonesia,” kata Lukman.
Mengapa dan Dampaknya
Mengapa investor asing masih “malas” masuk ke pasar saham Indonesia? Menurut Lukman, investor global masih melihat lebih banyak peluang pertumbuhan di luar Indonesia. Hal ini membuat investor asing masih akan memilih menunggu perkembangan sejumlah sentimen sebelum kembali meningkatkan eksposur ke pasar saham domestik. “Kalau tidak ada kebijakan pemerintah ke depan, saya kira mereka paling tidak akan wait and see sampai November, menunggu pengumuman status market kita,” ujar Lukman. Dampaknya, investor domestik masih akan menjadi penopang utama kenaikan IHSG.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Pada perdagangan Kamis (2/7), IHSG berhasil ditutup gagah ke level 5.744 berkat menguat 49,43 poin atau naik 0,87 persen dari perdagangan sebelumnya. Namun, investor asing masih harus diajak untuk kembali berinvestasi di pasar saham Indonesia. Dengan demikian, pemerintah dan pelaku pasar harus bekerja sama untuk meningkatkan kepercayaan investor asing dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20260702174526-92-1376169/pengamat-bongkar-sebab-ihsg-naik-tapi-asing-masih-malas-masuk, without altering the facts of the original article.