1 Juli 2026 Bisnis 0 Views

Pelindo Resmi Operasikan Terminal Kijing, Efisiensi Logistik Kalimantan Barat Kini Terjamin

PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo resmi mengoperasikan Terminal Kijing di Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, sebagai pintu gerbang ekspor komoditas unggulan daerah tersebut. Terminal Kijing diharapkan dapat meningkatkan efisiensi logistik dan memperkuat konektivitas nasional. Ekspor perdana melalui terminal ini telah dilakukan dengan pengiriman peti kemas berisi komoditas seperti alumina hydroxide, produk olahan kelapa, dan kelapa bulat ke sejumlah negara tujuan. Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, mengapresiasi langkah Pelindo dalam mempercepat optimalisasi Terminal Kijing.

Ekspor Perdana Melalui Terminal Kijing

Ekspor perdana melalui Terminal Kijing ditandai dengan pengiriman peti kemas yang membawa berbagai komoditas unggulan Kalimantan Barat ke sejumlah negara tujuan. PT Borneo Alumina Indonesia mengekspor 12 peti kemas berisi alumina hydroxide dan PT Unicoco Industries Indonesia mengirimkan 2 peti kemas produk olahan kelapa menuju Pasir Gudang, Malaysia. Selain itu, PT Ferrindo mengekspor 10 peti kemas komoditas kelapa bulat menuju Yangpu, Tiongkok. Sementara dari kawasan Tayan, PT Indonesia Chemical Alumina mengirimkan 150 peti kemas menuju Korea Selatan, Jepang, dan Taiwan.

Momen Penentu di Menit Akhir

Ekspor perdana tersebut dilayani melalui fasilitas peti kemas yang disiapkan PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 sebagai operator Terminal Kijing. Sebelumnya, pada 10 Juni 2026, terminal ini telah menerima kunjungan perdana kapal peti kemas sebagai bagian dari dimulainya layanan peti kemas di Kijing. Kegiatan ekspor dilayani menggunakan MV WGM 256 T yang sandar di Dermaga PK 02 pada 28 Juni 2026, serta TK MMSS 2711/TB Megah 1611 yang melayani kegiatan operasional lanjutan pada 29 Juni 2026.

Apa Artinya Ini bagi Kalimantan Barat?

Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, mengapresiasi langkah Pelindo dalam mempercepat optimalisasi Terminal Kijing melalui penyediaan layanan peti kemas. Ia berharap Terminal Kijing berkembang menjadi sentra ekspor-impor baru yang mampu mendorong pertumbuhan investasi dan perekonomian Kalimantan Barat. “Mari kita bersama-sama mendukung pengembangan Terminal Kijing. Pemerintah Provinsi juga terus mendorong percepatan pembangunan akses jalan menuju Kijing agar konektivitas logistik semakin baik dan investasi semakin cepat masuk ke Kalimantan Barat,” kata Ria.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Direktur Komersial PT Pelabuhan Indonesia (Persero), Farid Padang, mengatakan ekspor perdana melalui Terminal Kijing menjadi bukti bahwa pelabuhan tersebut mulai mendapat kepercayaan dari para pelaku usaha sebagai gerbang ekspor Kalimantan Barat. Ke depan, Pelindo akan menyiapkan kapal-kapal berkapasitas lebih besar agar ekspor dapat dilakukan secara langsung ke negara-negara tujuan tanpa melalui pelabuhan transit. “Ini menjadi langkah awal bagi kita semua. Ke depan, optimalisasi Terminal Kijing harus terus didukung melalui sinergi seluruh pihak, termasuk para pengguna jasa, dengan tetap memperhatikan mitigasi risiko operasional dan tata kelola pelabuhan agar pelayanan dapat berjalan semakin baik,” katanya.

Dengan demikian, Terminal Kijing diharapkan dapat menjadi pintu gerbang ekspor yang efisien dan efektif bagi komoditas unggulan Kalimantan Barat, serta meningkatkan konektivitas logistik nasional. Pelindo akan terus berupaya meningkatkan pelayanan dan fasilitas di Terminal Kijing untuk mendukung pertumbuhan investasi dan perekonomian daerah.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://bisnis.tempo.co/read/2111172/terminal-kijing-resmi-layani-ekspor-perdana-pelindo-dorong-efisiensi-logistik-kalimantan-barat, without altering the facts of the original article.

Tags:

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *