29 Juni 2026 Politik 0 Views

Katib Syuriah PBNU Minta Pelatihan Militer SPPI Dihentikan

Katib Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Hilmy Muhammad mendesak pemerintah untuk menghentikan pelatihan ala militer program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang mempersiapkan pesertanya menjadi calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP). Desakan ini muncul setelah lima calon manajer koperasi merah putih tewas saat mengikuti latihan dasar kemiliteran (latsarmil). Kejadian ini dianggap sebagai tragedi kemanusiaan dan kelalaian fatal dalam sistem rekrutmen.

Tragedi Kematian Peserta Latsarmil

Lima calon manajer koperasi merah putih meninggal dunia saat mengikuti latsarmil di Brigif 1 Marinir Cilandak, Jakarta, pada 25 Juni 2026. Menurut Hilmy Muhammad, kematian ini sangat tidak masuk akal dan tidak bisa dibenarkan dengan dalih pembinaan karakter apa pun. Ia melihat bahwa kematian para peserta seleksi tersebut merupakan tragedi kemanusiaan dan kelalaian fatal dalam sistem rekrutmen yang pada akhirnya menumbalkan nyawa manusia.

Kejanggalan Metode Pelatihan

Hilmy Muhammad menyoroti esensi dari program pelatihan manajemen koperasi merah putih yang dinilai sangat melenceng dari kebutuhan nyata dunia kerja profesional. Ia mempertanyakan urgensi pendekatan ekstrem ala militer bagi para calon manajer, yang mana tugas utama mereka ke depan adalah mengelola tata manajerial dan sumber daya manusia, bukan untuk bertempur di medan perang. Menurutnya, institusi ekonomi yang bergerak di level akar rumput seperti KDMP dan KNMP sangat membutuhkan tenaga profesional yang sungguh-sungguh ahli di bidang tata niaga, manajemen bisnis, dan strategi pemasaran.

Dampak dan Tuntutan

Kematian lima calon manajer koperasi merah putih ini berdampak besar pada program SPPI dan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah. Hilmy Muhammad menuntut penghentian seketika terhadap seluruh rangkaian kegiatan rekrutmen maupun pelatihan fisik di lingkungan koperasi desa merah putih agar tidak ada korban lanjutan. Ia juga mendesak pemerintah untuk melakukan investigasi dan menghentikan program pelatihan ala militer yang dinilai tidak tepat.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Kasus kematian lima calon manajer koperasi merah putih ini masih harus ditindaklanjuti dengan serius. Pemerintah harus melakukan investigasi menyeluruh dan mengambil langkah-langkah konkret untuk mencegah kejadian serupa di masa depan. Selain itu, program SPPI harus dievaluasi dan disesuaikan dengan kebutuhan nyata dunia kerja profesional. Dengan demikian, diharapkan kasus serupa tidak akan terulang dan program SPPI dapat berjalan dengan efektif dan aman.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://nasional.tempo.co/read/2110857/katib-syuriah-pbnu-minta-setop-pelatihan-militer-sppi, without altering the facts of the original article.

Tags:

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *